Perancis Sebut Ada 450 Warganya yang Terkait ISIS Ditahan di Suriah

Kompas.com - 29/05/2019, 22:01 WIB
Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman) Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). (AFP/Delil Souleiman)

PARIS, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Perancis memperkirakan ada sekitar 400 hingga 450 warga negaranya yang saat ini ditahan di Suriah karena terkait dengan ISIS.

Mereka ditahan di kamp-kamp pengungsi dan penjara di wilayah Suriah timur laut  yang ada di bawah pengawasan serta kendali suku Kurdi.

"Di zona timur laut Suriah, kami memperkirakan ada antara 400 sampai 450 warga Perancis, beberapa di kamp pengungsian, sementara lainnya di tahan di penjara, termasuk anak-anak," ujar Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian, Selasa (28/5/2019).

Dia menambahkan, hanya anak-anak yang dapat dipulangkan apabila mereka diketahui adalah yatim piatu, atau jika ibu mereka memberikan izin.

Baca juga: Perancis Tolak Kepulangan Para Perempuan yang Gabung ISIS di Suriah

Pemerintah Perancis telah sejak lama menegaskan bahwa warga dewasa yang ditangkap di Irak maupun Suriah harus menghadapi pengadilan secara lokal. Paris menolak memulangkan mereka meski ada risiko mereka bakal menerima hukuman mati.

"Posisi kami masih sama dan kami tidak akan berubah, para anggota ISIS harus diadili di mana mereka melakukan kejahatan," ujar Le Drain.

Pernyataan tersebut datang setelah pengadilan Baghdad dilaporkan telah menjatuhkan hukuman mati kepada dua warga Perancis, pada Selasa (28/5/2019), karena bergabung dengan kelompok ISIS.

Keputusan hukuman tersebut menambah jumlah warga Perancis yang dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS menjadi enam orang.

Sejak Maret lalu, Paris telah memulangkan hanya lima anak yatim piatu dan seorang anak perempuan berusia tiga tahun yang ibunya telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Irak.

Le Drain mengatakan, ada lebih dari 100 warga Perancis yang bergabung dengan ISIS dan hadir di Idlib, markas terakhir kelompok teroris itu di Suriah yang menjadi sasaran bom tanpa henti dari pasukan yang mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.

Menurut Le Drain, kawasan tersebut bak bom waktu dengan sekitar 30.000 anggota ISIS dan ekstremis bersembunyi di wilayah itu, membangkitkan ancaman masuknya pengungsi ke wilayah Eropa.

Irak telah menahan ribuan tersangka anggota ISIS dalam beberapa bulan terakhir, dengan banyak di antaranya adalah warga asing.

Mereka menghadapi persidangan yang banyak dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia yang menyebut persidangan kerap hanya mengandalkan bukti yang diperoleh melalui penyiksaan.

Baca juga: Lebih dari 500 Anggota Asing ISIS Telah Diadili dan Dihukum di Irak

Pada Senin (27/5/2019), pemerintah Perancis mengatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah dilaksanakannya hukuman mati terhadap tiga warga negaranya, yang dihukum karena berperang bersama dengan ISIS.

"Perancis pada prinsipnya menentang hukuman mati kapan pun, di mana pun," kata kementerian luar negeri dalam pernyataannya, sehari usai putusan hukuman mati.

Dikatakan bahwa orang-orang yang ditahan menerima bantuan konsuler untuk memastikan bahwa mereka memiliki perwakilan hukum sebelum banding dalam waktu 30 hari.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X