Gadis Usia 2 Tahun di Suriah Kehilangan Seluruh Keluarganya Akibat Serangan Udara Rusia

Kompas.com - 11/05/2019, 17:16 WIB
Petugas dari Pertahanan Sipil Suriah (SCD) atau Helm Putih, memeriksa reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara yang dilancarkan pasukan rezim Suriah dan sekutunya, Rusia, ke kawasan Idlib, 24 April 2019. AFP / OMAR HAJ KADOURPetugas dari Pertahanan Sipil Suriah (SCD) atau Helm Putih, memeriksa reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara yang dilancarkan pasukan rezim Suriah dan sekutunya, Rusia, ke kawasan Idlib, 24 April 2019.

IDLIB, KOMPAS.com - Seorang anak perempuan berusia dua tahun di Suriah kehilangan seluruh anggota keluarganya akibat serangan udara yang dilancarkan Rusia.

Anak perempuan bernama Khadijah al-Hamdan itu diselamatkan dari bawah reruntuhan rumah keluarganya di wilayah Idlib, setelah diterjang serangan oleh jet tempur Rusia.

Perempuan balita itu diselamatkan oleh petugas Pertahanan Sipil Suriah (SCD) atau yang juga dikenal dengan Helm Putih.

Namun sayangnya, hanya Khadijah yang selamat, sementara ayah, ibu, dan dua saudara kandungnya tewas dalam serangan udara itu.

"Dia adalah satu-satunya yang selamat," kata kakek anak perempuan itu, kepada BBC, pascaserangan udara, yang diyakini telah terjadi pekan lalu. Nama kakek itu tidak disebutkan dalam laporan.

Baca juga: Rusia Gagalkan Serangan 36 Roket Militan yang Incar Pangkalan Udara di Suriah

"Kami mengambil jenazah anggota keluarganya dari rumah sakit. Kami kemudian menguburkan mereka," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Suriah dan sekutunya, Rusia, baru-baru ini mulai kembali mengintensifkan serangan militer mereka ke wilayah Idlib, setelah periode yang relatif tenang pascagencatan senjata yang disepakati September tahun lalu.

Pada minggu pertama bulan Mei, lebih dari 180 orang telah dilaporkan tewas dan lebih dari 150.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Demikian menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang mengawasi konflik di Suriah, kepada The Independent.

Di antara para korban tewas termasuk sekitar selusin anak-anak.

"Serangan udara menargetkan desanya lagi dua hari yang lalu," kata Khaled Khatib, salah seorang petugas media di Helm Putih kepada The Independent, Jumat (10/5/2019).

"Kami tidak tahu lagi apa yang terjadi pada gadis kecil itu setelahnya," tambah dia.

Idlib menjadi benteng terakhir yang dikendalikan kelompok oposisi Suriah, setelah pasukan rezim Bashar al-Assad menyapu bersih seluruh wilayah negara itu dan merebut kembali wilayah dari kelompok pemberontak.

Gencatan senjata yang diperantarai Rusia dengan Turki, yang mendukung pemberontak, tercapai pada September 2018, guna menahan serangan yang direncanakan oleh pasukan Suriah, yang dikhawatirkan bakal menghancurkan sekitar 3 juta warga sipil.

Baca juga: Kelompok Militan Tolak Tinggalkan Idlib, Zona Demiliterisasi Terancam Batal

Namun kesepakatan yang mengharuskan kelompok pemberontak untuk menyerahkan seluruh senjatanya dan menarik diri dari daerah itu, tidak dipatuhi oleh salah satu kelompok pemberontak, Hayat Tahrir al-Sham.

Serangan terus dilancarkan kelompok ekstremis bekas afiliasi Al-Qaeda terhadap pasukan Suriah di perbatasan, menyebabkan warga sipil semakin tertekan dengan kekhawatiran runtuhnya perjanjian gencatan senjata dan mendorong serangan besar-besaran dari pasukan rezim dan sekutunya, Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.