Turki Larang Kandidat Pro-Kurdi Pemenang Pemilu untuk Menjabat

Kompas.com - 19/04/2019, 17:58 WIB
Kandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi CHP, Ekrem Imamoglu disambut ribuan pendukungnya saat mengunjungi makam pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk, Selasa (2/4/2019). Imamoglu mengklaim kemenangan di Istanbul meski partai berkuasa AKP masih mempermasalahkan hasil pemilu lokal. AFP/ADEM ALTANKandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi CHP, Ekrem Imamoglu disambut ribuan pendukungnya saat mengunjungi makam pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk, Selasa (2/4/2019). Imamoglu mengklaim kemenangan di Istanbul meski partai berkuasa AKP masih mempermasalahkan hasil pemilu lokal.

ANKARA, KOMPAS.com - Dewan Pemilihan Tertinggi Turki menerbitkan larangan kepada kandidat dari partai pro-Kurdi yang memenangkan pemilihan lokal untuk menjabat.

Dewan tersebut, yang dikenal dengan inisial YSK dalam bahasa Turki, pekan lalu memutuskan untuk melarang para kandidat pro-Kurdi yang memenangkan pemilu lokal dari menempati jabatan mereka.

Alasannya, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu, lantaran para kandidat tersebut termasuk dalam daftar orang-orang yang dipecat dari jabatan publik, setelah kudeta yang gagal pada 2016 silam.

Namun larangan tersebut memunculkan perdebatan, karena sebelumnya, otoritas pemilihan yang sama telah mengeluarkan izin kepada para kandidat untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilihan.

Baca juga: Kalah dalam Pilkada, Wali Kota di Turki Bongkar Taman Bermain

Salah satu partai pro-Kurdi Turki, Partai Demokrat Rakyat (HDP) mendesak agar larangan itu dicabut.

Diberitakan Anadolu, akibat larangan tersebut, pemenang di enam distrik yang didominasi Kurdi telah ditolak dan kandidat di peringkat kedua naik untuk mengambil jabatan itu.

Di beberapa distrik, langkah itu telah menjadikan kandidat dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan, naik sebagai pemenang.

Sumber dari Partai HDP mengkonfirmasi keputusan itu. Mereka mengatakan tidak berhak mengajukan banding dan memandang keputusan itu telah mencoreng demokrasi di Turki.

Salah satu kandidat terpilih dari partai HDP, Zeyyat Ceylan, yang meraih 70 persen suara dalam pemilihan di distrik Baglar, termasuk dalam kandidat yang ditolak dan jabatan wali kota Baglar diberikan kepada wakil AKP, Huseyin Beyoglu, yang ada di peringkat kedua dengan meraih 25 persen suara.

Ceylan sebelumnya juga sempat dipecat dari jabatannya pada 2016, menyusul dikeluarkannya keputusan darurat untuk mencopot setiap anggota organisasi pro-Kurdi dari jabatannya.

"Ini bukan lagi hukum. Ini adalah penindasan," ujar Ceylan kepada BBC Turki.

Partai AKP yang berkuasa disebut telah memenangkan sebagian besar kursi secara nasional dalam pemilihan kota. Namun mereka mengalami kekalahan di kota-kota besar, seperti Ankara dan Istanbul.

Baca juga: Seberapa Buruk Kondisi Perekonomian Turki Saat Ini?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X