SDF Tegaskan Pertempuran Terakhir Lawan ISIS Belum Selesai

Kompas.com - 21/03/2019, 19:32 WIB
Dalam foto yang diambil pada 11 Maret 2019, desa Baghouz menyala di malam hari oleh serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Baghouz merupakan benteng terakhir ISIS, dan saat ini digempur koalisi pimpinan AS. AFP/DELIL SOULEIMANDalam foto yang diambil pada 11 Maret 2019, desa Baghouz menyala di malam hari oleh serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Baghouz merupakan benteng terakhir ISIS, dan saat ini digempur koalisi pimpinan AS.

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Penyisiran terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) msih terus dilakukan di benteng terakhir mereka di Baghouz.

Penyataan itu disampaikan Pasukan Demokratik Suriah ( SDF). Aliansi paramiliter Kurdi dan Arab yang didukung oleh koalisi Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Trump: ISIS Segera Terhapus dari Peta

Penguasaan atas Baghouz, sebuah desa dekat perbataan Irak bakal menandai berakhirnya kekuasaan ISIS sejak mendeklarasikan diri pada 2014.

Setelah pertempuran yang berlangsung beberapa pekan, SDF yang didukung gempuran jet tempur koalisi AS merebut kawasan permukiman sementara ISIS.

Serangan itu memaksa anggota ISIS yang tersisa bertahan di daerah kecil tepi Sungai Eufrat. Media Kurdi Suriah Hawar News sempat menyatakan seluruh Baghouz telah direbut.

Kabar itu membuat pejabat SDF bidang media menyanggah. "Saat ini, penyisiran terhadap area kamp di Baghouz masih terus dilakukan," ujar pejabat itu dikutip Reuters Kamis (21/3/2019).

"Tidak benar jika beredar laporan bahwa kami telah membebaskan sepenuhnya desa itu," tambah pejabat SDF. Hawar dilaporkan langsung menghapus unggahan itu.

Perkembangan situasi di Baghouz juga dipantai Presiden AS Donald Trump yang dengan yakin menyatakan "titik kecil" yang menjadi kekuasaan terakhir ISIS bakal terhapus dari peta.

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian yang negaranya berpartisipasi dalam koalisi berharap pengumuman kekalahan ISIS bakal terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Meski nantinya wilayah ISIS di Baghouz dapat direbut, ancaman masih bisa dirasakan karena anggota yang bersembunyi bisa melancarkan serangan mendadak.

Militer AS memperingatkan masih terdapat puluhan ribu anggota ISIS yang tersebar dari Irak maupun Suriah, dengan sumber daya yang cukup untuk membuka kembali konflik.

Washington memercayai Irak menjadi lokasi persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang sempat kabur setelah beredar leporan dia dikudeta.

Baca juga: ISIS Makin Tersudut, SDF Sisir Keberadaan Ranjau dan Bahan Peledak



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X