Trump: ISIS Segera Terhapus dari Peta

Kompas.com - 21/03/2019, 07:26 WIB
Presiden AS Donald Trump membawa peta yang memperlihatkan wilayah kekuasaan ISIS yang akan segera terhapus dari peta, saat berkunjung ke pabrik tank di Ohio, Rabu (20/3/2019). AFP / SAUL LOEBPresiden AS Donald Trump membawa peta yang memperlihatkan wilayah kekuasaan ISIS yang akan segera terhapus dari peta, saat berkunjung ke pabrik tank di Ohio, Rabu (20/3/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi kelompok teroris ISIS di Suriah.

Trump bahkan menyebut ISIS akan segera terhapus dari peta dalam beberapa jam ke depan.

Berbicara di hadapan wartawan di Washington dan saat mengunjungi pabrik tank militer di Ohio, Trump menunjukkan peta yang disebutnya menunjukkan kondisi terakhir keberadaan ISIS.

Dilansir AFP, dalam satu peta terdapat tanda berwarna merah yang menunjukkan wilayah luas yang dikuasai ISIS. Sementara peta kedua, tanpa tanda merah, menunjukkan saat organisasi teroris itu telah musnah.

"Tidak ada lagi warna merah. Sebenarnya masih ada titik kecil, tapi itu akan lenyap malam ini," ujar Trump di Gedung Putih, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: ISIS Sebut Trump Tak Lebih dari Seorang Pencuri dan Pengecut

Selanjutnya saat mengunjungi pabrik tank militer di Lima, Ohio, sambil berdiri di dekat tank M1A2 Abrams, Trump sekali lagi menunjukkan peta-peta tersebut dan menyoroti keunggulan militer AS dalam melawan kelompok militan ISIS.

"Ketika saya mengambil alih, semuanya terlihat berantakan. Mereka (ISIS) ada di semua tempat, di Suriah dan Irak," ujarnya sambil menunjukkan peta pertama dengan tanda merah.

"Sekarang saat Anda melihatnya, tidak ada lagi warna merah," kata Trump disambut sorak sorai pekerja.

"Mulai hari ini, inilah ISIS, tidak ada lagi. Kekhalifahan akan hilang mulai malam ini," katanya.

Ini bukan kali pertama Trump menyatakan kemenangan atas ISIS. Pada Desember lalu, Trump mendeklarasikan kemenangan atas ISIS di Suriah. Pernyataan itu diikuti dengan perintah penarikan pasukan AS dari wilayah Suriah.

Namun, beberapa hari lalu, juru bicara ISIS, Abu Hassan al-Muhajir, untuk kali pertama sejak September, kembali merilis pesan rekaman suara.

Dalam pesan tersebut al-Muhajir mengolok-olok Trump yang mengklaim telah menang dari ISIS. Dia juga menyebut presiden AS itu sebagai pengecut dan pencuri.

Baca juga: Trump Deklarasikan Kemenangan atas ISIS di Suriah

Sementara di Suriah, tepatnya di desa Baghouz, pertempuran terakhir Pasukan Demokratik Suriah (SDF) terhadap wilayah terakhir ISIS masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan usai.

Ribuan anggota ISIS telah menyerah atau melarikan diri, tetapi ribuan warga sipil lain disebut masih bertahan di dalam benteng pertahanan terakhir. Ini menyebabkan pasukan yang dipimpin Kurdi dan didukung AS tak dapat melancarkan serangan secara gegabah.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X