Kompas.com - 20/03/2019, 14:37 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Serangan Taliban di sejumlah pos perbatasan menewaskan 22 pasukan Afghanistan, dengan puluhan pasukan keamanan diklaim menyerahkan diri kepada kelompok itu.

Laporan kantor Berita AFP pada Senin (18/3/2019) menyebutkan, Taliban telah menangkap 58 tentara perbatasan pada pekan lalu.

Kementerian Pertahanan Aghanistan itu muncul setelah laporan tentang pertempuran di Bala Marghab, provinsi Badghis, Afghanistan, yang berbatasan dengan Turkmenistan.

Baca juga: Taliban: Kami Tidak Ingin Menguasai Afghanistan dengan Militer

"Malangnyanya, 58 BSS (tentara keamanan perbatasan) ditangkap oleh musuh," kicau Kementerian Pertahanan di Twitter.

Diwartakan VOA, sebanyak 58 tentara lainnya yang mengungsi di Turkmenistan setelah berupaya kabur dari Bala Murghab, kini telah kembali ke rumah.

"Kami menghargai sambutan hangat yang diberikan kepada warga Afghanistan dan perawatan kesehatan yang diberikan kepada mereka oleh pemerintah Turkmenistan," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Afghanistan.

Sementara, operasi pencarian tentara sedang berlangsung di distrik perbatasan untuk membebaskan para sandara.

Pada Minggu lalu, Taliban merilis gambar di media sosial yang menunjukkan 72 pasukan keamanan Afghanistan telah ditangkap.

Kelompok itu mengklaim, para tentara menyerahkan diri dalam pertempuran di Bala Murghab.

Serangan besar-besaran Taliban seminggu yang lalu di distrik tersebut juga telah melenyapkan seluruh perusahaan Tentara Nasional Afghanistan.

Taliban selama ini berupaya menguasai distrik Afghanistan di provinsi Badghis itu yang menjadi rebutan. Selama dua pekan pertempuran, puluhan pasukan pemerintah tewas dan 200 lainnya ditangkap.

Banyak pos-pos keamanan utama Afghanistan kini telah jatuh ke tangan Taliban. Sementara, pemerintah bersikeras masih mengendalikan Bala Murghab.

Baca juga: Taliban Tak Ingin Memonopoli Kekuasaan di Afghanistan

Penangkapan itu terjadi beberapa hari setelah pembicaraan terakhir antara AS dan Taliban di Doha. AS berupaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri perang yang berlangsung hampir 18 tahun.

Pemerintah Afghanistan menyampaikan keluhan karena tidak diikutkan dalam perundingan.

Banyak warga Afghanistan khawatir penarikan pasukan AS yang terlalu dini dapat membuat Taliban kembali berkuasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber VOA News,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.