Kompas.com - 06/02/2019, 19:24 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban menuturkan, mereka ingin menempuh jalan untuk memadamkan konflik yang di Afghanistan yang sudah berlangsung sejak 2001.

Pernyataan itu disampaikan Mohammad Abbas Stanikzai, petinggi Taliban yang memimpin tim negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

Kepada BBC Rabu (6/2/2019), Kepala Kantor Politik Taliban di Qatar itu menuturkan kelompoknya berkaca dari pengalaman pada dekade 1990-an.

Baca juga: Taliban Tak Ingin Memonopoli Kekuasaan di Afghanistan

Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996-2001 dengan dilaporkan menerapkan pemerintahan ultra konservatif dan menjunjung tinggi hukum agama.

Kelompok itu disorot karena perlakuan mereka terhadap perempuan. Seperti melarang mereka untuk pergi ke sekolah maupun bekerja.

Saat itu, mereka menghadapi perlawanan bersenjata dari oposisi, dan membuat Taliban berkesimpulan mereka harus meraih solusi dengan datang ke meja perundingan.

"Kami tidak berusaha menguasai Afghanistan dengan militer. Tentu hal itu tak akan memberikan perdamaian," tutur Stanikzai.

Stanikzai dilaporkan telah melangsungkan pertemuan dengan Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Januari lalu, kedua belah pihak mencapai kondisi akan apa yang disebut Khalilzad sebagai "rancangan kesepakatan" tersebut.

Rancangan itu dilaporkan berdasar akan komitmen AS untuk keluar dari Afghanistan, dan jaminan dari Taliban bahwa Afghanistan tidak akan menjadi markas kelompok ekstremis manapun.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.