Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/03/2019, 10:52 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Bayi laki-laki Shamima Begum, perempuan asal Inggris yang bergabung dengan ISIS di Suriah, dikabarkan telah meninggal.

Bayi bernama Jerrah yang baru lahir beberapa pekan lalu di kamp pengungsian di Suriah itu meninggal karena pneumonia, menurut sertifikar medis, seperti dilaporkan BBC.

Juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Mustefa Bali, pada Jumat (8/3/2019), mengkonfirmasi kabar kematian putra Shamima itu, namun menolak memberikan keterangan lebih rinci terkait penyebab maupun kapan bayi itu meninggal.

Dia juga sebelumnya sempat membantah kabar duka itu dalam sebuah postingan di akun media sosial Twitter miliknya.

Shamima, yang baru berusia 19 tahun, meninggalkan Inggris menuju Suriah empat tahun lalu bersama dengan dua teman sekolahnya.

Baca juga: Diancam Bakal Dibunuh, Shamima Dipindahkan dari Kamp Pengungsi Suriah

Di Suriah, Shamima menikah dengan seorang pria anggota ISIS asal Belanda, Yago Riedijk, dan sebelumnya telah melahirkan dua anak lainnya. Namun keduanya juga telah meninggal, diyakini lantaran sakit dan kekurangan gizi.

Bulan lalu, dia muncul di media, mengatakan ingin kembali ke Inggris. Shamima yang melarikan diri dari pertempuran ISIS melawan pasukan koalisi yang didukung AS, tiba di pengungsian dalam kondisi hamil dan akhirnya melahirkan di kamp pengungsian.

Tetapi beberapa hari lalu, Shamima dikabarkan telah meninggalkan kamp pengungsian setelah mendapat sejumlah ancaman pembunuhan, yang diduga datang dari pihak-pihak yang tidak senang dengan keputusan Shamima untuk pulang ke Inggris dan berbicara kepada media.

Shamima sebelumnya juga telah kehilangan kewarganegaraan Inggris miliknya yang dicabut pemerintah Inggris. Dia juga ditolak untuk kembali ke kampung halamannya.

Namun bayi Shamima sempat dijanjikan oleh Kementerian Dalam Negeri bakal mendapat bantuan dan diperlakukan sebagai warga negara Inggris apabila mampu mencapai perwakilan Inggris di luar Suriah.

Kasus Shamima telah mencuatkan kembali masalah yang dihadapi banyak negara Eropa, di mana warga negaranya banyak yang bergabung dengan ISIS dan kini ingin kembali.

Pemerintah negara-negara Eropa dilanda dilema apakah akan menerima kembali para mantan anggota dan simpatisan ISIS tersebut atau tidak. Beberapa di antaranya kemudian memutuskan mencabut kewarganegaraan mereka yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Namun kabar kematian bayi Shamima tampaknya menjadi alat untuk kembali menekan dan mengkritik keputusan pemerintah Inggris.

Tokoh oposisi senior Inggris, Diane Abbott menyebut Inggris telah melanggar hukum internasional karena keputusannya dianggap turut menyebabkan kematian bayi Shamima.

Baca juga: Bayi Shamima Akan Diperlakukan sebagai Warga Inggris Jika Bisa Mencapai Kedutaan

"Adalah melanggar hukum internasional untuk menjadikan seseorang tanpa kewarganegaraan, dan sekarang seorang anak yang tidak bersalah telah meninggal sebagai dampak dari wanita Inggris yang dicabut kewarganegaraannya," tulis Abbott dalam twitnya.

"Ini sungguh tidak berperasaan dan tidak manusiawi," tambah Abbott.

Gelombang eksodus besar-besaran muncul dari benteng pertahanan terakhir ISIS di Suriah timur, saat pasukan SDF melancarkan serangan terakhirnya melawan kelompok ISIS.

Komite Penyelamatan Internasional (IRC), Jumat (8/3/2019), mengatakan telah ada 12.000 wanita dan anak-anak yang tiba di kamp pengungsi di Al-Hol, sejak dua hari sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.