Terkena Peluru Tank, Anggota ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah - Kompas.com

Terkena Peluru Tank, Anggota ISIS Asal Indonesia Tewas di Suriah

Kompas.com - 12/02/2019, 17:33 WIB
Para prajurit AD Suriah dan milisi pro-pemerintah berfoto di depan sebuah gedung yang rusak berat di kota Deir Ezzor pada 3 November 2017. AFP Para prajurit AD Suriah dan milisi pro-pemerintah berfoto di depan sebuah gedung yang rusak berat di kota Deir Ezzor pada 3 November 2017.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Seorang asal ISIS dari Indonesia yang terlibat dalam pembunuhan orang asing pada 2016 terbunuh bulan lalu dalam pertempuran dengan pasukan yang didukung AS di Suriah

Demikian diungkapkan kepolisian Indonesia dan anggota keluarga pada Senin (11/2/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, Muhammad Saifuddin alias Abu Walid alias Mohammed Karim Yusop Faiz, tewas pada 29 Januari di provinsi Deir Ezzor.

Baca juga: 27 Anak-anak Anggota ISIS di Irak Kembali Pulang ke Rusia

Di kawasan itulah pasukan koalisi internasional sedang berusaha untuk merebut pertahanan terakhir ISIS yang masih tersisa.

"Dia tewas terkena pecahan peluru dari tank pasukan Suriah di pertempuran," kata Dedi Prasetyo kepada kantor berita Associated Press.

Kakak Saifuddin, Muinudinillah Basri, mengatakan keluarganya sudah tahu tentang kematian adiknya melalui aplikasi pesan singkat.

"Di sana ada foto tubuhnya dan saya bisa mengenalinya," katanya.

Saifuddin bertugas sebagai perekrut untuk ISIS dan muncul di beberapa video di situs web radikal.

Salah satunya adalah video pada 2016 yang menampilkan dia bersama dengan dua anggota ISIS asal Malaysia dan Filipina membunuh tiga orang asing, termasuk jurnalis Jepang Kenji Goto.

Amerika Serikat pada Agustus tahun lalu menetapkan Saifuddin dan dua orang lainnya dalam video tersebut, Mohammad Rafi Udin dari Malaysia dan pria Filipina Mohammed Reza Lahaman Kiram, sebagai teroris global.

Basri mengatakan, keluarganya tidak lagi mendengar kabar dari Saifuddin sejak dia meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan ISIS di Suriah bersama istri dan anak-anaknya sekitar empat tahun lalu.

Mereka percaya, Saifuddin awalnya teradikalisasi oleh konflik Kristen-Muslim di Ambon Indonesia pada 1999-2001 bersama dengan saudara kembarnya yang tewas di konflik tersebut.

Salah satu teman Saifuddin, Sofyan Tsauri, mengatakan bahwa di kalangan militan radikal Saifuddin dianggap dipercaya oleh pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpin militan Islam Asia Tenggara.

Sofyan Tsauri adalah militan terpidana, mantan anggota jaringan terorisme yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan bertanggung jawab atas bom Bali pada 2002. Kini Tsauri bekerja sama dengan badan kontraterorisme Indonesia.

Tsauri mengatakan, Saifuddin melarikan diri ke Filipina selatan tak lama setelah peristiwa bom Bali dengan dua militan senior Indonesia lainnya.

Saifuddin ditangkap di Filipina ketika berusaha untuk kembali ke Indonesia dengan senjata dan bahan peledak dan dihukum sembilan tahun penjara pada 2007.

Setelah dibebaskan pada 2013, ia menikahi janda seorang pelaku bom bunuh diri dari Indonesia.

Setelahnya Saifuddin menghilang dari radar pihak berwenang tetapi muncul kembali beberapa tahun kemudian dalam sebuah video propaganda ISIS yang mendesak umat Muslim Indonesia untuk menentang pemerintah dan bergabung di Suriah atau Filipina selatan.

"Sejak dulu dia bercita-cita untuk go international," kata Tsauri.

"Dia memiliki rekam jejak yang meyakinkan sehingga mendapatkan kepercayaan dan posisi penting dalam ISIS", tambahnya.

Kepolisian Indonsia bulan lalu juga menangkap seorang tersangka anggota kelompok militan bernama Harry Kuncoro, di bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta.

Polisi juga menggagalkan rencananya untuk melakukan perjalanan ke Suriah melalui Iran dengan bantuan Saifuddin.

Baca juga: Anggota ISIS Asal Irlandia, Kisahkan Hari-hari Terakhir Kelompok Itu

Prasetyo mengatakan Kuncoro, yang dihukum sembilan tahun penjara pada 2012 karena menyembunyikan pelaku bom Bali Umar Patek dan memiliki senjata secara ilegal, menggunakan aplikasi Telegram untuk berkomunikasi dengan Saifuddin setelah bebas tahun lalu.

Saifuddin mengirim 2.100 dolar AS kepada Kuncoro untuk perjalanan ke Suriah, menyarankan untuk melakukan perjalanan melalui provinsi Khorasan di Iran dan memberinya nomor kontak militan Indonesia yang tinggal di Khorasan.


Terkini Lainnya

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Menikmati Pemandangan Pulau Lembeh, Benteng Kota Bitung

Regional
Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Wisata Religi dan Budaya di Bitung, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Regional
[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

[Populer Megapolitan] Kebakaran di Rumah Ketua DPR RI | Sekda Papua Tersangka Penganiayaan Pegawai KPK | Bus Transjakarta Terbakar

Megapolitan
Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Tolak Permintaan Trump, Eropa Ogah Terima Eks Anggota ISIS

Internasional
TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

TNI AL Kembali Tangkap Kapal Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

[POPULER NUSANTARA] Jokowi Kunjungi Nelayan Tengah Malam | Kata Sandi Soal Lahan Milik Prabowo

Regional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

Megapolitan
Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Pemprov Kalteng Beri Penghargaan Pengelolaan K3 ke IPP Swasta

Regional
Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Debat Kedua Dinilai Disiapkan Jauh Lebih Baik Dibanding yang Pertama

Nasional
Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Pemilih di Jombang Bertambah 868 Orang, Ribuan Santri Belum Urus Form A5

Regional
KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

KPU Sebut Pendukung yang Hadir Debat Ganggu Konsentrasi Kandidat

Nasional
Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Baku Tembak Pasukan India dan Pemberontak di Kashmir, 9 Orang Tewas

Internasional
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Dumai, Warga Pakai Masker Keluar Rumah

Regional
Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Komitmen Kedua Capres Terkait Isu Lingkungan Hidup Dinilai Masih Rendah

Nasional
Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Dua Nelayan Indramayu yang Hilang di Perairan Karawang Ditemukan Tewas

Regional

Close Ads X