Media Korea Utara Desak Korsel Hentikan Agenda Latihan Militer

Kompas.com - 28/01/2019, 18:01 WIB
Tentara Korea Selatan saat mengikuti latihan pertahanan sipil nasional di gedung Majelis Nasional di Seoul pada Agustus 2017. AFP / JUNG YEON-JETentara Korea Selatan saat mengikuti latihan pertahanan sipil nasional di gedung Majelis Nasional di Seoul pada Agustus 2017.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara melalui media resmi pemerintahannya mendesak kepada Korea Selatan untuk berhenti menggelar agenda latihan militer, termasuk dengan AS.

Surat kabar Rodong Sinmun menuliskan, latihan dan segala upaya penguatan militer dapat merusak suasana perdamaian dan dialog di Semenanjung Korea.

"Itu bukan sesuatu yang dapat dengan mudah diabaikan bahwa otoritas militer di Korea Selatan telah mengadakan latihan perang dari awal tahun ini dengan memobilisasi sejumlah besar pasukan," tulis Rodong Sinmun, surat kabar partai berkuasa di Utara, dalam artikelnya.

"Itu adalah tindakan militer berbahaya yang bertolak belakang dengan kecenderungan saat ini yang bergerak menuju rekonsiliasi, perdamaian, dan stabilitas rakyat kami," tambah surat kabar itu, seperti dilansir Yonhap News, Senin (28/1/2019).

Baca juga: AS dan Korea Selatan Kembali Gelar Latihan Militer Gabungan

Laporan itu menyinggung masalah latihan militer anti-terorisme dan latihan musim dingin yang digelar Korea Selatan baru-baru ini.

Selain mengecam latihan militer yang masih terus dilakukan Korsel, surat kabar itu juga mengkritik rencana peningkatan anggaran militer negara itu untuk tahun ini, bahkan berencana membawa jet tempur siluman pada akhir Maret.

Sebelumnya, dalam pidato Tahun Baru, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga meminta kepada Seoul untuk menghentikan latihan militernya dengan AS dan menuntut agar tidak ada persenjataan asing yang dibawa ke Semenanjung Korea.

Menurut surat kabar tersebut, latihan militer maupun segala upaya yang dilakukan untuk memperkuat militer Korsel adalah penyebab utama meningkatkan ketegangan dan kemungkinan pecahnya perang di Semenanjung Korea.

"Selama Utara dan Selatan menegaskan keinginan untuk bergerak menuju perdamaian dan kesejahteraan, segala bentuk latihan militer dan masuknya peralatan perang dari luar sudah sepantasnya dihentikan," tulis surat kabar itu.

Media propaganda Korea Utara, Uriminzokkiri, turut memperingatkan bahwa konfrontasi militer yang terjadi antara kedua Korea akan menyebabkan peningkatan ketegangan lintas perbatasan dan mengancam berakhirnya hubungan dua negara.

Baca juga: Tentara China Jalani Lebih dari 18.000 Latihan Militer Selama 2018



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X