Kompas.com - 28/01/2019, 18:01 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara melalui media resmi pemerintahannya mendesak kepada Korea Selatan untuk berhenti menggelar agenda latihan militer, termasuk dengan AS.

Surat kabar Rodong Sinmun menuliskan, latihan dan segala upaya penguatan militer dapat merusak suasana perdamaian dan dialog di Semenanjung Korea.

"Itu bukan sesuatu yang dapat dengan mudah diabaikan bahwa otoritas militer di Korea Selatan telah mengadakan latihan perang dari awal tahun ini dengan memobilisasi sejumlah besar pasukan," tulis Rodong Sinmun, surat kabar partai berkuasa di Utara, dalam artikelnya.

"Itu adalah tindakan militer berbahaya yang bertolak belakang dengan kecenderungan saat ini yang bergerak menuju rekonsiliasi, perdamaian, dan stabilitas rakyat kami," tambah surat kabar itu, seperti dilansir Yonhap News, Senin (28/1/2019).

Baca juga: AS dan Korea Selatan Kembali Gelar Latihan Militer Gabungan

Laporan itu menyinggung masalah latihan militer anti-terorisme dan latihan musim dingin yang digelar Korea Selatan baru-baru ini.

Selain mengecam latihan militer yang masih terus dilakukan Korsel, surat kabar itu juga mengkritik rencana peningkatan anggaran militer negara itu untuk tahun ini, bahkan berencana membawa jet tempur siluman pada akhir Maret.

Sebelumnya, dalam pidato Tahun Baru, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga meminta kepada Seoul untuk menghentikan latihan militernya dengan AS dan menuntut agar tidak ada persenjataan asing yang dibawa ke Semenanjung Korea.

Menurut surat kabar tersebut, latihan militer maupun segala upaya yang dilakukan untuk memperkuat militer Korsel adalah penyebab utama meningkatkan ketegangan dan kemungkinan pecahnya perang di Semenanjung Korea.

"Selama Utara dan Selatan menegaskan keinginan untuk bergerak menuju perdamaian dan kesejahteraan, segala bentuk latihan militer dan masuknya peralatan perang dari luar sudah sepantasnya dihentikan," tulis surat kabar itu.

Media propaganda Korea Utara, Uriminzokkiri, turut memperingatkan bahwa konfrontasi militer yang terjadi antara kedua Korea akan menyebabkan peningkatan ketegangan lintas perbatasan dan mengancam berakhirnya hubungan dua negara.

Baca juga: Tentara China Jalani Lebih dari 18.000 Latihan Militer Selama 2018

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.