AS dan Korea Selatan Kembali Gelar Latihan Militer Gabungan

Kompas.com - 05/11/2018, 15:26 WIB
Pasukan AS dan Korsel mengadakan latihan bersama tahun lalu. (Foto: Dok) The AustralianPasukan AS dan Korsel mengadakan latihan bersama tahun lalu. (Foto: Dok)

SEOUL, KOMPAS.com - Amerika Serikat kembali menggelar latihan militer gabungan dengan Korea Selatan setelah sempat ditangguhkan tanpa batas waktu pada Juni lalu.

Penangguhan latihan militer gabungan tersebut setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura.

Presiden Trump menangguhan latihan militer dengan Korsel yang dianggap sebagai pemborosan anggaran dan tindakan yang sangat provokatif.

Namun pada Senin (5/11/2018), kedua negara telah kembali menggelar latihan militer bersama dalam skala kecil melalui program pertukaran angkatan laut Korea (KMEP) dengan melibatkan 500 marinir AS dan Korsel.

Baca juga: AS Bakal Akhiri Penangguhan Latihan Militer di Semenanjung Korea

Latihan militer bersama skala kecil itu akan dilanjutkan selama dua pekan mulai hari Senin di Kota Pohang. Demikian disampaikan kementerian pertahanan Korea Selatan.

"Kami sebelumnya mengatakan bahwa kami akan menggelar pelatihan militer AS-Korea Selatan dalam skala kecil seperti yang telah direncanakan," kata juru bicara kementerian, Choi Hyun-soo dilansir AFP.

Washington telah menjadi sekutu keamanan Seoul dan menempatkan hingga 28.500 pasukan di Korea Selatan.

Kedua negara mengatakan mereka telah rutin menggelar latihan gabungan dan menyebutnya murni sebagai tindakan pertahanan. Namun Korea Utara lebih melihatnya sebagai latihan untuk invasi.

Dan usai pertemuan Trump dengan Kim, Seoul dan Washington menghentikan pelatihan rutin tahunan Ulchi Freedom Guardian pada bulan Agustus dan latihan angkatan udara Ace Aceil yang dijadwalkan bulan Desember mendatang.

Dilangsungkannya kembali latihan militer gabungan tersebut terjadi beberapa hari jelang rencana pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dengan wakil Korea Utara untuk membahas permasalahan mulai dari denuklirisasi hingga rencana pertemuan kedua Trump-Kim.

Baca juga: China Ikuti Latihan Militer Gabungan Bersama 26 Negara di Australia



Sumber AFP,SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X