AS Bakal Akhiri Penangguhan Latihan Militer di Semenanjung Korea

Kompas.com - 29/08/2018, 17:14 WIB
Pasukan AS dan Korsel mengadakan latihan bersama tahun lalu. (Foto: Dok) The AustralianPasukan AS dan Korsel mengadakan latihan bersama tahun lalu. (Foto: Dok)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat bermaksud untuk mengakhiri penangguhan latihan militer di Semenanjung Korea, yang telah berlangsung selama dua bulan.

Penangguhan latihan militer oleh AS dilakukan sebagai bentuk iktikad baik usai berlangsungnya pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni lalu di Singapura.

"Kami telah mengambil langkah untuk menangguhkan beberapa latihan militer terbesar kami sebagai bentuk iktikad baik. Dan kami tidak berencana untuk menunda lagi," kata Menteri Pertahanan AS Jim Mattis kepada wartawan, Selasa (28/8/2018).

Baca juga: AS dan Korea Selatan Sepakat Tangguhkan Latihan Militer Gabungan

Kendati demikian, Mattis, tidak memberikan rincian maupun indikasi bahwa latihan dengan pasukan sekutu di wilayah tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kami akan melihat bagaimana jalannya proses negosiasi, dari sana kami akan lakukan perhitungan, bagaimana kami akan melangkah," kata Mattis dilansir AFP.

Pada Juni lalu, usai pertemuan Trump dengan Kim, pemerintah AS mengatakan bakal menangguhkan agenda latihan militer "pilihan" dengan Korea Selatan, termasuk latihan militer berskala besar, Ulchi-Freedom Guardian, yang sebelumnya dijadwalkan untuk Agustus ini.

Latihan Freedom Guardian tersebut, jika terlaksana, bakal diikuti sekitar 17.500 personel militer AS.

Dalam pidatonya usai pertemuan di Singapura, Trump menggambarkan latihan perang di Semenanjung Korea sebagai tindakan provokatif.

Ditanya apakah latihan militer yang akan digelar mendatang sebagai tindakan provokatif, Mattis enggan memberikan komentar karena dapat mempengaruhi proses negosiasi.

"Bahkan menjawab pernyataan tersebut bakal dapat memberi pengaruh dalam negosiasi," kata Mattis.

Baca juga: Kirim Pesan untuk AS, Iran Gelar Latihan Militer Besar-besaran

"Mari kita biarkan proses negosiasi yang sedang berlangsung. Biarkan para diplomat kita maju. Kita semua tahu betapa beratnya masalah yang sedang kita hadapi," tambahnya.

Pasukan AS dan Korea Selatan telah berlatih bersama secara rutin selama bertahun-tahun. Menggelar latihan mulai dari pendaratan pantai hingga invasi dari Utara, atau latihan yang yang menargetkan rezim Korea Utara.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X