China Ikuti Latihan Militer Gabungan Bersama 26 Negara di Australia

Kompas.com - 01/08/2018, 23:59 WIB
Angkatan Laut Cina beberapa kali menggelar latihan di luar wilayah China. AFPAngkatan Laut Cina beberapa kali menggelar latihan di luar wilayah China.

CANBERRA, KOMPAS.com - Angkatan Laut China memastikan bakal turut bergabung dalam latihan militer yang diselenggarakan Australia pada bulan ini.

Selain China, latihan militer angkatan laut yang bakal diselenggarakan di lepas pantai utara Australia itu juga akan diikuti oleh angkatan bersenjata dari 26 negara.

Kepastian keikutsertaan angkatan laut China tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne pada Rabu (1/8/2018).

"China diharapkan untuk berpartisipasi dalam setiap agenda, termasuk latihan perlintasan, komunikasi antarkapal dan kegiatan perlengkapan serta manuver pelatihan laut," kata Payne dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Angkatan Laut China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan

Namun ditambahkan Payne, tidak ada rencana bagi China terlibat dalam latihan peperangan. Tidak dijelaskan alasan Beijing memilih tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan latihan akan diadakan di wilayah perairan strategis di utara Darwin. Latihan militer gabungan diagendakan mulai akhir Agustus hingga pertengahan September dan melibatkan 27 negara.

Sebelumnya, China telah terlibat dalam latihan serupa yang digelar pada 2016 sebagai pengamat. Sementara untuk agenda tahun ini, Inggris memutuskan tidak ikut serta.

Pengamat melihat keterlibatan China dalam latihan kali ini dapat berarti positif karena pemerintah Beijing yang belakangan lebih memilih mengurangi kunjungan resmi dan interaksi dengan negara lain.

"Hal ini dapat diartikan bahwa pejabat senior China tengah dalam suasana yang lebih baik," kata Andre Carr, pembicara senior di pusat studi strategis dan pertahanan di Universitas Nasional Australia, dilansir SCMP.

Baca juga: Tak Diajak Latihan Militer, China Kirim Kapal Mata-mata ke Perairan Dekat Hawaii

Hubungan antara Australia dengan China saat ini sedang dalam titik terendah dalam sejarah setelah Canberra meloloskan undang-undang yang bertujuan menghalangi pengaruh Beijing dalam urusan domestik.

Selain juga munculnya kekhawatiran akan pengaruh China di Laut China Selatan di mana Australia telah menawarkan dukungan diplomatik kepada AS untuk kebebasan navigasi melintasi perairan tersebut.

Sementara kapal-kapal Australia berhadapan langsung dengan kapal perang China di wilayah itu pada April lalu.



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X