Tak Diajak Latihan Militer, China Kirim Kapal Mata-mata ke Perairan Dekat Hawaii

Kompas.com - 15/07/2018, 17:20 WIB
Kru berjaga di atas kapal milik Angkatan Laut China. AFP / SOE THAN WINKru berjaga di atas kapal milik Angkatan Laut China.

BEIJING, KOMPAS.com - Angkatan Laut China telah mengirimkan sebuah kapal khusus mata-mata ke Samudra Pasifik di perairan dekat wilayah Hawaii untuk memantau latihan militer yang dipimpin AS.

Latihan militer angkatan laut bersama di pinggiran Samudra Pasifik atau yang lebih dikenal dengan Rimpac merupakan pelatihan angkatan laut internasional terbesar di dunia yang digelar rutin setiap dua tahun sekali selama bulan Juni hingga Juli.

Pada penyelenggaraan tahun 2018 ini, di bulan Mei lalu, AS telah membatalkan undangan untuk China sebagai sanksi atas tindakan militerisasi yang dilakukannya di Laut China Selatan dan telah meningkatkan ketegangan di wilayah itu.

Baca juga: Angkatan Laut China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan

Namun demi tetap mendapatkan informasi terkait pelaksanaan latihan militer, angkatan laut China mengirimkan kapal intelijen kelas Dongdiao, yang juga pernah dikirim untuk mengawasi latihan serupa pada 2014 dan 2016.

Pakar militer China, yang berbasis di Beijing, Li Jie, mengatakan, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan informasi melalui saluran komunikasi selama berlangsungnya latihan.

Kendati demikian, tindakan China dengan mengirimkan kapal mata-mata tidak menyalahi aturan internasional, selama kapal tetap menjaga jarak dan berada di wilayah perairan bebas.

Menurut Li, adalah hal yang wajar bila suatu negara mengirim kapal mata-mata atau pengawas untuk memantau latihan militer yang dilakukan negara lain.

"Apa yang dilakukan kapal China adalah tindakan yang legal di bawah hukum internasional, selama dapat menjaga jarak setidaknya 12 mil laut (sekitar 22 kilometer)," kata Li.

Juru bicara Armada Pasifik AS, Kapten Charlie Brown mengatakan, pihaknya telah melaporkan keberadaan kapal pengintai China di jarak 200 mil dari wilayah Hawaii sejak Rabu (11/7/2018).

"Armada Pasifik AS telah memantau keberadaan kapal mata-mata China yang beroperasi di luar sekitar Hawaii, di luar wilayah teritorial laut AS," kata Brown, pada Jumat (13/7/2018), dikutip SCMP.

"Kami hanya berharap kapal tersebut tetap berada di luar wilayah teritorial AS dan tidak mengganggu latihan Rimpac yang sedang berlangsung," tambahnya.

Brown menambahkan, armada AS telah mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi informasi penting tidak bocor selama berlangsungnya latihan.

Baca juga: Kapal AS Berlayar Dekat Pulau Buatan China di Laut China Selatan



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X