Serangan Taliban Bunuh 100 Orang di Bangunan Militer Afghanistan

Kompas.com - 22/01/2019, 07:14 WIB
Pasukan Afghanistan memeriksa kondisi bangunan Direktorat Keamanan Nasional (NDS) yang hancur setelah diserang Taliban Senin pagi (21/1/2019).EPA/Jawad Jalali Pasukan Afghanistan memeriksa kondisi bangunan Direktorat Keamanan Nasional (NDS) yang hancur setelah diserang Taliban Senin pagi (21/1/2019).

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban dilaporkan kembali melancarkan serangan besar ke bangunan militer Afghanistan di kawasan pusat.

Dilaporkan The Guardian Senin (21/1/2019), serangan itu terjadi pada pagi hari waktu setempat di kampus Direktorat Keamanan Nasional (NDS) di Provinsi Maidan Wardak.

Taliban memulai penyerangan dengan bom bunuh diri ketika kendaraan Humvee buatan Amerika Serikat (AS) menerobos bangunan dan meledakkan diri.

Baca juga: Pakistan Tangkap Anggota Senior Taliban


Setelah itu kelompok bersenjata melancarkan tembakan sebelum tewas terkena timah panas pasukan pemerintah. Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Para pejabat anonim pemerintah memberikan estimasi korban tewas berbeda-beda. Satu mengatakan penyerangan itu mengakibatkan 126 orang terbunuh.

"Delapan anggota pasukan komando khusus berada dalam daftar korban tewas," terang pejabat dari Kementerian Pertahanan itu.

Sementara pejabat Kementerian Kesehatan mengestimasi 140 orang tewas. Pejabat senior NDS berkata, serangan itu membunuh 50 orang.

Adapun BBC melaporkan 20 orang tewas. Sementara juru bicara pemerintah provinsi Maidan Wardak Abdurrahman Mangal berujar, 12 orang meninggal.

Pejabat dari Kementerian Dalam Negeri mengatakan, angka yang kerap berubah disebabkan mereka diinstruksikan untuk tak merilis jumlah korban pasti.

Mereka sengaja tak membeberkan jumlah pasti demi menghindari kericuhan di internal militer. "Sangat frustrasi berusaha menyembunyikannya," keluh pejabat itu.

Jika benar korban mencapai 100 orang, maka serangan itu merupakan yang paling mematikan dari Taliban kepada intelijen Afghanistan dalam 20 tahun terakhir.

Pejabat kemenhan menjelaskan, pelaku menggunakan Humvee yang diambil dari pasukan pemerintah sebagai sarana bom bunuh diri untuk menembus penjagaan.

Huseein Ali Baligh, anggota dewan lokal mempertanyakan bagaimana bisa Humvee tersebut bisa berada di tangan Taliban, dan dipersenjatai bom bunuh diri.

"Insiden itu menunjukkan kelemahan di pasukan kami. Para tentara Afghanistan memang berani. Namun komando mereka lemah," kritik Baligh.

Presiden Ashraf Ghani menyatakan sejak 2015, serangan Taliban mengakibatkan 28.000 pasukan keamanan maupun anggota kepolisian.

Serangan Taliban menjadi semakin gencar sejak koalisi internasional yang digagas AS menarik pasukannya pada 2014.

Baca juga: Tak Terima Penunjukan Menteri, Taliban Serang Kabul Pakai Bom Truk



Terkini Lainnya

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Demi Kalahkan Oposisi, Pengusaha Tambang Australia Beriklan Rp 550 Miliar

Internasional
Hilang Kesabaran, Duterte Bakal Sewa Kapal untuk Kirim Sampah Kanada

Hilang Kesabaran, Duterte Bakal Sewa Kapal untuk Kirim Sampah Kanada

Internasional
Ayah Raja Malaysia Wafat pada Usia 88 Tahun

Ayah Raja Malaysia Wafat pada Usia 88 Tahun

Internasional
Masukkan Kabel 'Charger' ke Mulut, Bocah 2 Tahun Tewas Tersetrum

Masukkan Kabel "Charger" ke Mulut, Bocah 2 Tahun Tewas Tersetrum

Internasional
Ibu Ini Bangun dari Tidur, Tenggelamkan Bayinya, dan Kembali Tidur

Ibu Ini Bangun dari Tidur, Tenggelamkan Bayinya, dan Kembali Tidur

Internasional
Sebelum Meninggal, Mantan Pegulat WWE Ingin Sumbang Otak untuk Penelitian

Sebelum Meninggal, Mantan Pegulat WWE Ingin Sumbang Otak untuk Penelitian

Internasional
Rekam Video Porno di Gerbong Kosong, Staf Kereta di Jerman Dipecat

Rekam Video Porno di Gerbong Kosong, Staf Kereta di Jerman Dipecat

Internasional
Karyawan McDonald's di AS Tuntut Perusahaan Atasi Pelecehan Seksual

Karyawan McDonald's di AS Tuntut Perusahaan Atasi Pelecehan Seksual

Internasional
Dubes Inggris untuk Indonesia Ucapkan Selamat atas Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Dubes Inggris untuk Indonesia Ucapkan Selamat atas Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Pasta Gigi dalam Tabung Diperkenalkan

Hari Ini dalam Sejarah: Pasta Gigi dalam Tabung Diperkenalkan

Internasional
Foto Bugilnya Tersebar, Hakim Ini Terpaksa Pensiun

Foto Bugilnya Tersebar, Hakim Ini Terpaksa Pensiun

Internasional
Wanita di India Pakai Kotoran Sapi untuk Lindungi Mobilnya dari Udara Panas

Wanita di India Pakai Kotoran Sapi untuk Lindungi Mobilnya dari Udara Panas

Internasional
Tiga Maskapai China Tuntut Ganti Rugi dari Boeing

Tiga Maskapai China Tuntut Ganti Rugi dari Boeing

Internasional
Koloni 80.000 Lebah Hidup di Dinding Kamar Tidur Keluarga Ini

Koloni 80.000 Lebah Hidup di Dinding Kamar Tidur Keluarga Ini

Internasional
Pemilu India: Mesin Elektronik dan Penghitungan Suara Satu Hari

Pemilu India: Mesin Elektronik dan Penghitungan Suara Satu Hari

Internasional

Close Ads X