Korea Utara Kirim Video Ucapan Selamat Natal ke Korea Selatan

Kompas.com - 27/12/2018, 08:20 WIB
Potongan video ucapan Natal yang dikirimkan Korea Utara kepada Korea Selatan yang menampilkan Kang Ji Young, kepala kelompok agama Korea Utara.YONHAP NEWS / YOUTUBE Potongan video ucapan Natal yang dikirimkan Korea Utara kepada Korea Selatan yang menampilkan Kang Ji Young, kepala kelompok agama Korea Utara.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara telah mengirimkan sebuah pesan Natal kepada Korea Selatan melalui sebuah video. Tindakan yang sangat jarang dilakukan oleh negara tertutup itu.

Melalui Dewan Religius Korea Utara, sebuah asosiasi yang menangani lima agama, Pyongyang mengucapkan selamat Natal dan mendoakan perdamaian serta kemakmuran bagi warga Korea Selatan.

Pesan tersebut dirangkum dalam sebuah video pendek berdurasi sekitar 90 detik.

Video tersebut diawali dengan serangkaian gambar perhelatan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, serta foto-foto pertemuan tingkat tinggi antara dua Korea yang digelar tahun ini.

Dua agenda yang menjadi terobosan diplomatik dan telah meningkatkan hubungan baik antara kedua Korea.

Baca juga: Rayakan Natal, Duterte Bagi-bagi Kado untuk Anak Pasien Kanker

Video kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pesan Natal oleh Kang Ji Young, kepala kelompok agama Korea Utara.

"Saya mengirimkan ucapan selamat dan perdamaian Natal untuk saudara-saudari di Korea Selatan," kata Kang.

Tampilan video selanjutnya menunjukkan warga Korea Utara saat menghadiri kebaktian di Katedral Jangchung dan Gereja Bongsu, dua rumah ibadah yang dikelola pemerintah di Korea Utara.

Video selanjutnya menampilkan pesan yang mengharapkan perdamaian dan persatuan antara para pemuka agama di dua Korea.

"Kami berharap para agamawan Korea Utara dan Selatan dapat berjalan beriringan menuju perdamaian dan penyatuan yang dipenuhi berkat Tuhan Kristus," tulis pesan tersebut.

Video singkat ucapan Natal tersebut ditayangkan dalam konser Natal pada Jumat (21/12/2018) pekan lalu di Katedral Anglikan Seoul, menurut Kookmin Ilbo.

Dikonfirmasi Kementerian Unifikasi Korea Selatan, video tersebut memang benar dikirimkan oleh Korea Utara dan ditujukan kepada Komisi Keimanan dan Ketertiban Gereja Korea Selatan. Demikian diberitakan Joongang Ilbo.

Melansir dari United Press International, kiriman video ucapan Natal tersebut sangat jarang dilakukan Korea Utara yang dikenal melarang praktik keagamaan dan menganggap agama sebagai ancama terhadap rezim.

Baca juga: Dalam Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Damai di Yaman dan Suriah

Namun Pyongyang menjalankan sebuah asosiasi keagamaan dan gereja yang diotorisasi negara untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Korea Utara menjunjung kebebasan beragama.

Menurut laporan Kementerian Unifikasi Korea Selatan, pemimpin sekaligus pendiri Korea Utara, Kim Il Sung melarang kegiatan keagamaan dan menyebut agama didasarkan pada takhayul.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X