Shutdown AS Terancam Berlangsung hingga Tahun Baru

Kompas.com - 24/12/2018, 12:26 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan wakilnya Mike Pence (dua dari kiri) saat bertemu Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer (kanan) dan Pemimpin House of Representatives Nancy Pelosi (kiri) di Gedung Putih Selasa (11/12/2018). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan wakilnya Mike Pence (dua dari kiri) saat bertemu Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer (kanan) dan Pemimpin House of Representatives Nancy Pelosi (kiri) di Gedung Putih Selasa (11/12/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penutupan layanan pemerintah Amerika Serikat (AS) ( shutdown) secara parsial terancam berlangsung hingga Tahun Baru.

Prediksi itu dihembuskan acting Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney, sebagaimana diwartakan BBC dan The Guardian Minggu (23/12/2018).

Shutdown dimulai pada Sabtu dini hari waktu setempat (22/12/20180 setelah Presiden Donald Trump dan mendapatkan pendanaan untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko.

Baca juga: Karena Isu Dana Tembok Perbatasan Rp 72 Triliun, AS Kembali Shutdown

Trump meminta dana 5 miliar dollar AS (Rp 72,8 triliun). Namun Partai Demokrat hanya menyanggupi 1,3 miliar dollar AS (Rp 18,9 triliun).

Mulvaney menyalahkan Partai Demokrat yang disebutnya terlalu bersikukuh dengan sikap kiri mereka, dan berujar ada kemungkinan shutdown berlangsung melebihi 28 Desember.

"Jika itu terjadi tidak menutup kemungkinan shutdown bakal berlangsung saat masa jabatan baru Kongres dimulai pada 3 Januari," terang Mulvaney kepada ABC.

"Seperti inilah rupa Washington ketika Anda memiliki presiden yang menolak untuk pasrah dengan apa yang ingin didapatkannya," lanjut Mulvaney.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Direktur Kantor Manajemen dan Bujet itu berujar saat ini pihak Partai Republik telah mengajukan penawaran baru.

Saat ini, mereka tengah menunggu respon dari pemimpin minoritas Demokrat di Senat Chuck Schumer. Mulvaney tak menyebutkan jumlah persisnya.

Senator Jeff Merkley dari Demokrat membenarkan partainya berusaha mengeblok langkah Presiden Trump mendapatkan dana tembok perbatasan.

"Itu benar. Tembok kokoh dengan tinggi sembilan meter dengan bahan dasar baja dan runcing di ujungnya jelas langkah yang tidak pintar," kritik Merkley.

Shutdown itu mendapat reaksi dari Komite Bidang Luar Negeri Senat Bob Corker yang berasal dari Republik. Dia menuduh Trump menjadikan shutdown sebagai isu kampanye.

Corker menyebut perseteruan itu sudah diatur sehingga seolah-olah Trump sedang bertarung. "Benar-benar tak berguna dan sembrono," keluhnya di CNN.

Akibat shutdown ini, para pegawai sembilan dari 15 kementerian dan badan negara termasuk Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Kehakiman tak digaji.

Ratusan ribu pegawai negeri AS terpaksa dirumahkan atau mengalami furlough, atau bekerja namun tak mendapat bayaran.

Ini merupakan shutdown ketiga yang terjadi di AS sepanjang Trump menjabat. Shutdown pertama terjadi pada Januari lalu, atau tepat setahun dia menjabat.

Baca juga: Trump Ancam Shutdown jika Tak Dapat Dana Bangun Tembok Meksiko



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X