Utusan Perdamaian AS Ragu Taliban Ingin Akhiri Perang di Afghanistan

Kompas.com - 20/12/2018, 22:58 WIB
Utusan perdamaian AS di Afghanistan Zalmay Khalilzad. AFP / MASSOUD HOSSAINIUtusan perdamaian AS di Afghanistan Zalmay Khalilzad.

KABUL, KOMPAS.com - Utusan perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, memunculkan keraguan atas keinginan Taliban untuk mengakhiri perang dengan Pemerintah Afghanistan.

Sementara dirinya yakin terhadap pemerintah Afghanistan yang ingin menghentikan konflik, Khalilzad mengaku bertanya-tanya dengan niat Taliban untuk mencapai kesepakatan damai.

Pernyataan Khalilzad itu muncul setelah pihak kelompok militan tersebut menolak untuk bertemu dengan tim negosiasi yang didukung pemerintah Afghanistan.

"Kami harus menunggu dan melihat langkah-langkah mereka yang akan datang," kata Khalilzad dalam hasil wawancara yang disediakan kedutaan AS di Kabul, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Pejabat Afghanistan: Taliban Tidak Serius Ingin Berdamai

Pernyataan Khalilzad kepada media Afghanistan setelah pertemuan tatap mukanya dengan Taliban menegaskan kembali pernyataan yang pernah disampaikan para diplomat negara-negara Barat di Kabul.

Selain perwakilan perdamaian AS dan Taliban, dalam pertemuan di Abu Dhabi awal pekan ini, turut hadir perwakilan dari Arab Saudi dan Pakistan.

Namun Khalilzad mengatakan Taliban tidak bersedia bertemu dengan 12 anggota delegasi Afghanistan.

"Jika Taliban benar-benar menghendaki perdamaian, bagaiman pun mereka harus duduk bersama dengan pemerintah Afghanistan untuk mencapai kesepakatan tentang penyelesaian politik masa depan di negara itu," kata Khalilzad.

Taliban telah berulang kali menolak untuk berbicara langsung dengan pemerintahan Afghanistan dan menyebut mereka sebagai boneka Amerika Serikat.

Khalilzad kembali menegaskan keinginannya untuk kesepakatan damai sebelum pemilihan presiden Afghanistan pada April mendatang.

Namun menambahkan hal itu tetap tergantung pada pemerintah Afghanistan dan Taliban.

Baca juga: Komandan Senior Taliban Terbunuh dalam Serangan Drone AS



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X