Eks Pengacara Trump Menyesal Tutupi "Perbuatan Kotor" Bosnya

Kompas.com - 13/12/2018, 13:07 WIB
Pengacara pribadi Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen. (AFP/Mark Wilson) Pengacara pribadi Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen. (AFP/Mark Wilson)

NEW YORK, KOMPAS.com — Mantan pengacara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Michael Cohen, mengaku menyesal sudah menutupi "perbuatan kotor" eks atasannya.

Penyesalan tersebut datang setelah Cohen mendapat vonis tiga tahun penjara atas berbagai pelanggaran kriminal yang dilakukannya.

Di hadapan hakim Distrik Manhattan William H Pauley III, Cohen berkata betapa dia dibutakan oleh kekagumannya terhadap Trump.

Baca juga: Mantan Pengacara Akui Bohong kepada Kongres soal Trump Tower di Rusia

Dilansir AFP pada Rabu (12/12/2018), dengan emosional Cohen menuturkan dia menerima tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya dan "melibatkan Presiden AS".

Pengacara 52 tahun itu sebelumnya dituduh menggelapkan pajak, memberikan keterangan palsu kepada bank, dan pembayaran kampanye ilegal.

Cohen juga mengaku bersalah telah memberikan keterangan palsu kepada Kongres. Tuduhan yang diberikan kepada Penasihat Khusus Robert Mueller.

Kuasa hukum Cohen menyatakan, seharusnya kliennya tidak dipenjara karena sudah mengaku bersalah dan bekerja sama dalam penyelidikan.

Namun, hakim Pauley melihat, sebagai pengacara, Cohen seharusnya sudah memahami konsekuensi perbuatannya di sela penjelasan putusan hukuman penjara.

Pauley memerintahkan Cohen untuk dipenjara di penjara federal paling lambat pada 6 Maret, dan menjatuhkan denda 2 juta dollar AS atau Rp 28,9 miliar.

"Terdakwa termotivasi oleh ambisi dan keserakahan pribadi. Hukuman yang diberikan bisa menjadi peringatan paling tepat," kata Pauley.

Sebelum Pauley mengumumkan putusan, Cohen menuturkan dia telah lega karena merasa sudah mendapatkan kemerdekaannya kembali dari "jalan hitam yang dipilih".

Cohen berujar, dia sudah dalam penjara ketika mengiyakan tawaran dari Trump, seorang taipan real estate yang sangat dikaguminya.

Dalam pernyataannya, Cohen meyoroti twit Trump yang menyebutnya lemah, dan berkata satu-satunya kelemahannya adalah "loyalitas buta" kepada Trump.

"Setiap masa yang berlalu, saya harus menutupi setiap perbuatan kotornya daripada mendengarkan kata hati dan moralitas saya," terang Cohen.

Baca juga: Eks Pengacara Trump Beberkan Bukti Intervensi Rusia dalam Pilpres 2016

Di antara tuduhan yang diberikan kepada Cohen adalah pembayaran kepada dua perempuan yang mengaku berselingkuh dengan sang presiden.

Bintang porno Stormy Daniels dan mantan model Playboy Karen McDougal total menerima pembayaran 280.000 dollar AS atau Rp 4 miliar.

Dia menjelaskan, pembayaran itu dilakukan setelah berkoordinasi dan mendapat arahan dari "Individual-1", julukan yang diberikan kepada Trump.

Jaksa penuntut memaparkan, pembayaran tersebut jelas merupakan bentuk kontribusi kampanye ilegal, yang kemudian dibantah Trump.

Baca juga: Pengacara Trump Gugat Aktris Porno hingga Rp 275 Miliar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X