Presiden Palestina Tidak Ingin Tawaran Perdamaian oleh Trump Terwujud

Kompas.com - 29/10/2018, 08:42 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB pada Kamis (27/9/2018), di New York City, Amerika Serikat. (AFP/Stephanie Keith) Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB pada Kamis (27/9/2018), di New York City, Amerika Serikat. (AFP/Stephanie Keith)

RAMALLAH, KOMPAS.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali melontarkan komentar tajam dengan menentang semua tawaran perdamaian yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Melansir AFP, berbicara pada pertemuan dewan pusat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada Minggu (28/10/2018), Abbas mengatakan Palestina kemungkinan menghadapi tahap paling berbahaya dalam sejarah.

Pernyataan itu menyoroti serangkaian tindakan kontroversial yang diambil oleh Trump, termasuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca juga: Otoritas Israel Bebaskan Gubernur Palestina untuk Yerusalem

Abbas memboikot pemerintahan Trump sejak keputusan pada Desember lalu. Meski demikian, tim presiden AS masih berharap untuk merilis rencana perdamaian pada beberapa bulan mendatang.

AS telah memotong ratusan juta dolar bantuan untuk Palestina, dengan amarah Trump atas penolakan Abbas untuk bertemu dengannya atau anggota pemerintahannya.

Dia juga meminta Abbas untuk bernegosiasi, tetapi para pemimpin Palestina mengklaim telah diperas untuk mau menerima syarat-syarat Trump, yang mereka pandang sebagai bias secara nyata mendukung Israel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka masih berbicara tentang kesepakatan era itu, dan mereka akan menyampaikannya setelah satu atau dua bulan," kata Abbas.

Diwartakan ABC News, Abbas khawatir AS merencanakan proposal yang akan membuat negara Palestina terbatas di Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas dan otonomi di beberapa bagian Tepi Barat.

Baca juga: AS Gabung Kantor Konsulat untuk Palestina dengan Kedubes untuk Israel

Dia menuntut kemerdekaan penuh di kedua wilayah tersebut. Dia berpendapat penolakan Hamas untuk menyerahkan kendali atas Gaza merupakan tindakan menerima pemikiran musuh.

"Itu menerima pemikiran musuh, yang berencana punya negara mini di Gaza dan otonomi di Tepi Barat," ucapnya.

Seperti diketahui, kelompok Hamas menguasai Gaza dari pasukan Abbas pada 2007, dan upaya rekonsiliasi berulang kali gagal.



Sumber AFP,ABCNews
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X