AS Gabung Kantor Konsulat untuk Palestina dengan Kedubes untuk Israel

Kompas.com - 19/10/2018, 18:03 WIB
Gedung konsulat AS di Yerusalem yang menangani urusan dengan Palestina yang akan digabungkan dengan Kedutaan Besar untuk Israel. AFP / THOMAS COEXGedung konsulat AS di Yerusalem yang menangani urusan dengan Palestina yang akan digabungkan dengan Kedutaan Besar untuk Israel.

WASHINGTON, KOMPAS.com - AS akan menggabungkan konsulatnya untuk Palestina di Yerusalem dengan kedutaan besar untuk Israel yang baru. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, pada Kamis (18/10/2018).

Pompeo mengatakan, kantor Konsulat Jenderal AS untuk menangani segala urusan dengan Palestina yang semula berdiri sendiri, akan diganti dengan Unit Urusan Palestina di dalam kedutaan Israel yang ada di Yerusalem.

Langkah penggabungan tersebut dilakukan setelah penutupan misi Palestina di Washington bulan lalu.

Meski demikian Pompeo membantah bahwa keputusan itu berkaitan dengan adanya perubahan hubungan AS dengan Otoritas Palestina.

"Keputusan ini didorong oleh upaya global untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam operasi kami dan bukan sinyal perubahan kebijakan AS di Yerusalem, Tepi Barat atau pun Jalur Gaza," kata Pompeo dalam pernyataannya.

Baca juga: Seorang Pria Berupaya Meledakkan Bom di Luar Kedubes AS di Mesir

Pompeo mengatakan bahwa AS tetap dalam posisi tidak memihak terhadap bagaimana kesepakatan perdamaian antara Israel dengan Palestina akan dibentuk.

"Pemerintah sangat berkomitmen untuk tercapainya perdamaian yang kekal dan menyeluruh yang menawarkan masa depan lebih cerah bagi Israel maupun Palestina," tambahnya dilansir AFP.

Dengan keputusan tersebut AS juga menjadi satu-satunya negara tanpa kantor perwakilan khusus untuk Palestina.

Menanggapi keputusan AS, Pimpinan Palestina mengecam dengan menyebutnya sebagai langkah ideologis.

Sekretaris Jendeal PLO, Saeb Erekat mengatakan, keputusan menutup konsulat AS untuk Palestina akan memberi imbalan terhadap pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan Israel.

"Pemerintahan Trump adalah bagian dari masalah, bukan solusi," kata Erekat dalam sebuah pernyataan.

Sementara para pendukung pro-Israel memuji keputusan itu dengan menyebutnya sebagai penegasan sikap AS yang mengakui seluruh Yerusalem sebagai bagian dari Israel.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert membela keputusan penggabungan dan menjamin Unit Urusan Palestina yang baru di dalam kedubes di Yerusalem akan mempertahankan hubungan dengan Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem sama seperti sebelumnya.

"Kami menghargai hubungan kami dengan warga Palestina. Kami harap untuk melanjutkan kemitraan dan dialog dengan mereka, dan di masa depan, dengan kepemimpinan Palestina," ujarnya melalui akun Twitter.

Baca juga: Turki Ubah Nama Jalan di Depan Gedung Baru Kedubes AS Jadi Malcolm X

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X