Trump Senang Korea Utara Tak Pamer Rudal Balistik di Parade Militer

Kompas.com - 10/09/2018, 08:17 WIB
Presiden AS Donald Trump melambai sambil memegang payungnya saat tiba di Los Angeles, California, Selasa (13/3/2018). (AFP/Frederic J Brown) Presiden AS Donald Trump melambai sambil memegang payungnya saat tiba di Los Angeles, California, Selasa (13/3/2018). (AFP/Frederic J Brown)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Korea Utara memilih untuk tidak memamerkan rudal balistik saat menggelar parade militer pada Minggu (9/9/2018).

Pada perayaan ke-70 tahun pendirian negara itu, parade militer hanya difokuskan pada perdamaian dan pembangunan ekonomi Korea Utara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampak senang dengan keputusan Kim Jong Un untuk tidak menyertakan senjata rudal jarak jauh dalam parade yang digelar di Alun-alun Kim Il Sung di Pyongyang.

"Korea Utara baru saja mengadakan parade merayakan 70 tahun pendirian negara, tanpa memamerkan misil nuklir," kicau Trump di Twitter.

"Temanya adalah perdamaian dan pengembangan ekonomi. Ahli meyakini Korea Utara menyingkirikan misil nuklir untuk menunjukkan kepada Presiden Trump mengenai komitmen denuklirisasi," imbuhnya.

Baca juga: Korea Utara Gelar Parade Militer Tanpa Rudal Balistik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump menyampaikan terima kasih kepada Kim Jong Un. Dia menganggap Korea Utara memberikan pernyataan yang besar dan sangan positif melalui parade militer.

"Terima kasih Ketua Kim. Kita akan membuktikan semua orang salah. Tidak ada yang seperti pembicaraan baik dari dua orang yang saling menyukai," tulis pria berusia 72 tahun itu.

Tank Tentara Rakyat Korea (KPA) berbaris dalam parade militer yang digelar dalam rangka peringatan 70 tahun berdirinya Korea Utara di Alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, Minggu (9/9/2018).AFP / ED JONES Tank Tentara Rakyat Korea (KPA) berbaris dalam parade militer yang digelar dalam rangka peringatan 70 tahun berdirinya Korea Utara di Alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, Minggu (9/9/2018).
Sebagai informasi, Republik Demokratik Rakyat Korea Utara (DPRK) didirikan pada 9 September 1948, tiga tahun setelah Rusia dan AS membagi semenanjung Korea sebelum akhir Perang Dunia II.

AFP mewartakan, Kim justru menggunakan parade tersebut untuk memamerkan persahabatannya dengan China.

Dia memberikan penghormatan kepada utusan Presiden China Xi Jinping.

Baca juga: Kim Jong Un Ingin Denuklirisasi Sebelum Jabatan Trump Berakhir

Halaman:


Sumber CNBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X