Kompas.com - 04/09/2018, 22:18 WIB
Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP) Gambar ini diambil dari rekaman video yang dirilis oleh China Central Television (CCTV) pada Rabu (28/3/2018) menunjukkan Presiden China Xi Jinping (kanan) dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan selama pertemuan mereka di Beijing pada Selasa (27/3/2018). (CCTV/AFP)

BEIJING, KOMPAS.com - Presiden China Xi Jinping berniat mengutus orang kepercayaannya ke Pyingyang untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-70 berdirinya Korea Utara, pada Minggu (9/9/2018).

Dilaporkan kantor berita Xinhua, Li Zhanshu, ketua legislatif sekaligus anggota komite tetap partai komunis telah diundang oleh pemerintah Korea Utara dan Partai Buruh yang berkuasa.

Li, disampaikan kantor berita KCNA, akan tiba di Pyongyang pada Sabtu (8/9/2018), sehari sebelum perayaan hari kelahiran Korea Utara yang resmi berdiri pada 1948.

Meski dikenal memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Korea Utara, Presiden Xi tidak pernah melakukan perjalanan ke Pyongyang sejak berkuasa pada 2012 silam.

Baca juga: Kim Jong Un Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Xi Jinping

Hal tersebut setelah hubungan yang memburuk berkaitan dengan uji coba rudal dan nuklir oleh Korea Utara, serta adanya sanksi PBB.

Pemimpin China terakhir kali menginjakkan kakinya ke rekan sesama negara komunis itu saat masih di bawah pemerintahan Hu Jintao, pada 2005.

Pada 2009, perdana menteri Wen Jiabao merupakan pejabat tertinggi yang terakhir mengunjungi Korea Utara.

Sejak hubungan dua negara kembali membaik, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah tiga kali menemui Xi di China.

Surat kabar Strait Times Singapura bulan lalu sempat mengabarkan bahwa Presiden Xi bakal menghadiri peringatan itu.

Namun kehadiran Li sebagai perwakilan Xi dapat diartikan bahwa Beijing ingin agar Korea Utara lebih banyak melakukan upaya menyelesaikan ketegangan internasional sebelum kunjungan presiden dapat dilakukan.

Salah satunya dalam janjinya melakukan denuklirisasi sebagai janjinya dengan Presiden AS Donald Trump pada pertemuan puncak di Singapura di bulan Juni.

Baca juga: Xi Jinping Ingin Memperkuat Militer China lewat Sains

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.