Biografi Tokoh Dunia: Fidel Castro, Simbol Revolusi Komunis

Kompas.com - 14/08/2018, 22:49 WIB
Foto yang diambil pada 1960-an ini memperlihatkan Fidel Castro (kanan), saat itu adalah perdana menteri Kuba, bertemu dengan rekan seperjuangannya Ernesto Che Guevara. CUBAs COUNCIL OF STATE ARCHIVE / AFP Foto yang diambil pada 1960-an ini memperlihatkan Fidel Castro (kanan), saat itu adalah perdana menteri Kuba, bertemu dengan rekan seperjuangannya Ernesto Che Guevara.

KOMPAS.com - Fidel Castro merupakan sosok yang dikenal sebagai simbol revolusi komunis di Amerika Latin setelah melaksanakan Revolusi Kuba di 1959.

Setelah menggulingkan pemerintahan Fulgencio Batista, dia menjabat sebagai perdana menteri hingga 2 Desember 1976.

Setelah itu, Castro menjabat sebagai Presiden Kuba sebelum memutuskan untuk mundur karena alasan kesehatan pada 24 Februari 2008.

Berikut merupakan biografi tokoh yang oleh pendukungnya dianggap berhasil melepaskan Kuba dari cengkeraman imperalisme Amerika Serikat ( AS).

Baca juga: Akhir Kekuasaan Dinasti Castro di Kuba

1. Masa Kecil dan Ketertarikan akan Politik
Fidel Alejandro Castro Ruz lahir pada 13 Agustus di Biran, kawasan timur Kuba. Ayahnya, Angel Castro ya Argiz, merupakan veteran Perang Spanyol-Amerika.

Dia pindah ke Kuba dari Galicia, Spanyol, dan menuai sukses setelah menanam tebu di pertanian Las Manacas Biran.

Sedangkan ibu Castro adalah Lina Ruz Gonzalez yang awalnya merupakan pelayan istri pertama Angel, Maria Luisa Argota.

Angel dan Lina menjalin hubungan, dan mempunyai tiga putra dan tiga putri dengan Castro merupakan anak keenam.

Di usia enam tahun, dia dikirim untuk tinggal bersama gurunya di Santiago de Cuba sebelum dibaptis dua tahun kemudian.

Setelah dibaptis, dia bersekolah di Sekolah Asrama La Salle di Santiago. Karena perilakunya, dia dipindahkan ke Sekolah Dolores yang dikelola imam Jesuit.

Baca juga: Kim Jong Un Kirim Surat ke Adik Fidel Castro

Pada 1945, Castro dipindahkan ke sekolah Jesuit yang namanya dikenal mashyur, El Colegio de Belen di Havana.

Meski Castro sangat menyukai sejarah, geografi, dan berdebat, dia bukan tergolong siswa dengan akademik bagus karena serius menekuni olahraga.

Di tahun yang sama, Castro mulai masuk Jurusan Hukum Universitas Havana. Mengaku "buta politik", dia mulai terlibat dalam kegiatan mahasiswa.

Dia menjadi pemuja anti-imperialisme sekaligus menentang intervensi Negeri "Paman Sam" di kawasan Karibia.

Ketertarikannya pada politik makin besar setelah dia mengkritik pemerintahan Presiden Ramon Grou yang dianggap korup pada November 1946.

Di 1974, dia bergabung dengan Partido Ortodoxo pimpinan politisi veteran Eduardo Chibas yang dikenal begitu kharismatik.

Juni 1947, dia mendengar adanya usaha untuk menggulingkan diktator Republik Dominika, Rafael Trujillo, yang dikenal sebagai sekutu AS.

Dia bergabung dalam kudeta yang kemudian batal dilaksanakan. Setelah itu, dia pergi ke Bogota, Kolombia April 1948 untuk berpartisipasi dalam pemberontakan.

Kembali ke Cuba, Castro menjadi figur berpengaruh dalam aksi protes menentang niat pemerintah menaikkan tarif bus.

Di 1948, dia menikah dengan Mirta Diaz Balart, seorang mahasiswi dari keluarga kaya yang berhubungan dengan Fulgencio Batista.

Meski pernikahan keduanya tak disetujui, ayah Diaz Balart memberikan mereka beberapa puluh ribu dolar AS agar mereka bisa berbulan madu di New York.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Fidel Castro Dilantik Menjadi PM Kuba

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X