Akhir Kekuasaan Dinasti Castro di Kuba

Kompas.com - 19/04/2018, 09:38 WIB
Foto yang diambil pada 14 Juli 2017 memperlihatkan President Kuba Raul Castro (kiri) berbincang dengan Wapres Miguel Diaz-Canel dalam Komite Kerja Permanan Dewan Nasional Kuba. AFP/JORGE BELTRANFoto yang diambil pada 14 Juli 2017 memperlihatkan President Kuba Raul Castro (kiri) berbincang dengan Wapres Miguel Diaz-Canel dalam Komite Kerja Permanan Dewan Nasional Kuba.

HAVANA, KOMPAS.com - Parlemen Kuba memilih tangan kanan Raul Castro (86), Miguel Diaz-Canel (57), sebagai kandidat tunggal untuk meneruskan kursi kepemimpinan negara yang dalam enam dekade dipegang oleh keluarga Castro.

Dilansir dari BBC, Kamis (19/4/2018), Castro menjadi presiden Kuba pada 2006, yang sebelumnya dijabat oleh kakaknya, Fidel Castro.

The New York Times melaporkan, setelah mengambil alih kekuasaan pada 12 tahun lalu dan membawa Kuba pada perubahan besar, Castro akan mundur pada Kamis (19/4/2018).

Diaz-Canel menjadi orang pertama di luar dinasti Castro yang akan memimpin negara itu sejak revolusi lebih dari setengah abad lalu

Terpilihnya Diaz-Canel, yang saat ini menjabat wakil presiden, diyakini tak bisa sendirian memimpin Kuba. Castro diperkirakan masih mempengaruhi kekuasaan, kendati dia telah mundur.

"Saya yakin pada keberlanjutan. Saya pikir akan selalu ada keberlanjutan," katanya ketika ditanya mengenai visinya untuk masa depan Kuba, seperti dilansir dari CNN.

Baca juga : Raul Castro Mundur Pekan Depan, Kuba Masuki Era Baru

Castro akan tetap menjadi ketua Partai Komunis sampai 2021. Sementara, dalam dua periode jabatannya menjadi presiden, Castro membuka negara komunisnya pada perubahan di sektor swasta utama dan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.

BBC mencatat, kemajuan hubungan itu dimulai ketika Barack Obama masih menjabat sebagai presiden AS, namun kini sebagian mengalami kemunduran sejak Donald Trump masuk ke Gedung Putih.

Hal itu diperkirakan bakal membatasi kemampuan Diaz-Canel untuk melakukan manuver secara ekonomi dengan AS.

Dia diyakini tidak mungkin membuat perubahan besar dalam jangka pendek, terutama ketika Castro tetap menjadi kekuatan politik yang harus diperhitungkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X