Kompas.com - 14/08/2018, 22:49 WIB

6. Insiden Teluk Babi dan Krisis Rudal Kuba
1961 menjadi puncak ketegangan antara Kuba dengan AS. Dimulai dengan keputusan Eisenhower memutuskan hubungan diplomatik di 3 Januari 1961.

14 April 1961, Castro mengumumkan Kuba sebagai negara sosialis. Tiga hari kemudian, muncullah insiden yang terjadi di Teluk Babi.

Sekitar 1.400 orang Kuba yang ada di AS berusaha melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan "El Comandante".

Baca juga: Abu Jasad Fidel Castro Dimakamkan, Era Baru Kuba Dimulai

Upaya kudeta tersebut gagal, di mana 1.000 orang tertangkap, sementara ratusan pemberontak lainnya terbunuh.

Meski AS menyangkal keterlibatan mereka di Teluk Babi, terdapat laporan bahwa orang Kuba itu dilatih oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Arsip Keamanan Nasional kemudian mengeluarkan dokumen bahwa Washington merencanakan aksi melawan Castro pada Maret 1959.

Castro menggunakan Insiden Teluk Babi untuk mengonsolidasi kekuasaannya, dan mempromosikan berbagai agendanya.

1 Mei 1961, dia mengumumkan segala pemilihan demokrasi di Kuba dihentikan, dan mengecam aksi imperialisme AS.

Di akhir 1961, Castro menyatakan dirinya seorang Marxis-Leninis, dan mengumumkan ekonomi maupun politik Kuba didasarkan pada komunisme.

Segala seruan tersebut membuat Washington menyatakan embargo ekonomi penuh kepada Kuba pada 7 Februari 1962.

Oktober 1962, Castro semakin mesra dengan Soviet di mana dia meminta bantuan untuk mencegah invasi AS di masa mendatang.

Pemimpin Soviet, Nikita Khrushchev, melontarkan ide untuk menempatkan rudal nuklir di Kuba, sekitar 144 km dari kawasan pesisir Florida.

Khrushchev menyebut langkah tersebut dilakukan setelah Negeri "Paman Sam" memasang Rudal Jupiter di Turki.

Pesawat pengintai AS U-2 berhasil mendeteksi proses pemasangan fasilitas rudal tersebut yang membuat Presiden John F Kennedy bereaksi.

Baca juga: Abu Jenazah Fidel Castro Tiba di Timur Kota Santiago

Dia kemudian melakukan pertemuan rahasia dengan Khrushchev, di mana dua negara adidaya tersebut sepakat melepaskan rudalnya.

Kedua pemimpin berhasil menyelamatkan reputasi mereka. Bahkan menuai pujian karena mampu membuktikan bisa menahan diri.

Castro, di sisi lain, merasa dipermalukan karena baik AS dan Soviet sama sekali tak mengajaknya dalam perundingan.

Selama memerintah, Castro dilaporkan menjadi target upaya pembunuhan yang dilakukan CIA. Dimulai dari bom yang dibuat menjadi cerutu.

Kemudian terdapat pakaian selam yang dipasangi jamur sehingga Castro mengalami penyakit kulit mengerikan. Menurut intelijen Kuba, terdapat 638 percobaan pembunuhan.

Baca juga: Dari yang Gila hingga yang Ganjil, 638 Upaya Pembunuhan Castro

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.