Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/07/2018, 18:11 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut negaranya tak akan terintimidasi dengan ancaman Amerika Serikat (AS).

Pernyataan Erdogan merujuk kepada ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan wakilnya, Mike Pence bahwa AS bakal memberi sanksi.

Hukuman bakal dijatuhkan jika Turki tidak membebaskan seorang pendeta Presbiterian, Andrew Brunson, yang ditahan sejak 2016.

Baca juga: Trump Bakal Beri Sanksi Keras jika Turki Tak Bebaskan Pendeta AS

"Anda (AS) tidak akan bisa membuat Turki mundur hanya karena sanksi," ujar Erdogan di Zambia seperti dilansir Hurriyet Minggu (29/7/2018).

Presiden yang baru saja memenangkan Pemilu Turki pada 24 Juni lalu itu beranggapan Trump tidak memberi sanksi kepada Turki.

"Dalam opini saya, berbagai ancaman ini merupakan bentuk perang urat saraf," kata presiden berusia 62 tahun itu.

Erdogan juga membahas soal rencana Senat AS yang bakal melarang Turki membeli jet tempur generasi kelima F-35.

Larangan itu bakal diterapkan menyusul rencana Turki membeli sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 dari Rusia.

Erdogan menegaskan, jika Senat benar-benar melarang penjualan jet tempur yang diklaim program senjata termahal AS itu, dia bakal mengajukan gugatan ke arbitrase internasional.

Brunson yang merupakan pendeta dari Carolina Utara itu ditangkap bersama jurnalis dan akademi menyusul upaya kudeta yang gagal.

Awalnya, dia ditahan bersama istrinya yang dicurigai melakukan kegiatan melawan keamanan nasional Turki. Brunson dan istrinya mengelola sebuah gereja Kristen di Kota Izmir, Aegean.

Sang istri, Norine Brunson lantas dibebaskan sesaat setelah penahanannya. Namun suaminya didakwa menjadi anggota gerakan Fethullah Gulen.

Gullen adalah ulama Muslim yang tinggal di Pennsylvania, dan dituduh sebagai dalang dari upaya kudeta terhadap Erdogan.

Baca juga: Erdogan Tunjuk Menantunya sebagai Menteri Keuangan Turki

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Hurriyet
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.