Kompas.com - 30/07/2018, 18:11 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di hadapan pemimpin negara-negara Islam di pertemuan darurat negara kerja sama Islam (OKI) di Istanbul, 18 Mei 2018. AFP / YASIN AKGULPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di hadapan pemimpin negara-negara Islam di pertemuan darurat negara kerja sama Islam (OKI) di Istanbul, 18 Mei 2018.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut negaranya tak akan terintimidasi dengan ancaman Amerika Serikat (AS).

Pernyataan Erdogan merujuk kepada ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump dan wakilnya, Mike Pence bahwa AS bakal memberi sanksi.

Hukuman bakal dijatuhkan jika Turki tidak membebaskan seorang pendeta Presbiterian, Andrew Brunson, yang ditahan sejak 2016.

Baca juga: Trump Bakal Beri Sanksi Keras jika Turki Tak Bebaskan Pendeta AS

"Anda (AS) tidak akan bisa membuat Turki mundur hanya karena sanksi," ujar Erdogan di Zambia seperti dilansir Hurriyet Minggu (29/7/2018).

Presiden yang baru saja memenangkan Pemilu Turki pada 24 Juni lalu itu beranggapan Trump tidak memberi sanksi kepada Turki.

"Dalam opini saya, berbagai ancaman ini merupakan bentuk perang urat saraf," kata presiden berusia 62 tahun itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erdogan juga membahas soal rencana Senat AS yang bakal melarang Turki membeli jet tempur generasi kelima F-35.

Larangan itu bakal diterapkan menyusul rencana Turki membeli sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 dari Rusia.

Erdogan menegaskan, jika Senat benar-benar melarang penjualan jet tempur yang diklaim program senjata termahal AS itu, dia bakal mengajukan gugatan ke arbitrase internasional.

Brunson yang merupakan pendeta dari Carolina Utara itu ditangkap bersama jurnalis dan akademi menyusul upaya kudeta yang gagal.

Awalnya, dia ditahan bersama istrinya yang dicurigai melakukan kegiatan melawan keamanan nasional Turki. Brunson dan istrinya mengelola sebuah gereja Kristen di Kota Izmir, Aegean.

Sang istri, Norine Brunson lantas dibebaskan sesaat setelah penahanannya. Namun suaminya didakwa menjadi anggota gerakan Fethullah Gulen.

Gullen adalah ulama Muslim yang tinggal di Pennsylvania, dan dituduh sebagai dalang dari upaya kudeta terhadap Erdogan.

Baca juga: Erdogan Tunjuk Menantunya sebagai Menteri Keuangan Turki



Sumber Hurriyet
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X