Trump Bakal Beri Sanksi Keras jika Turki Tak Bebaskan Pendeta AS

Kompas.com - 27/07/2018, 10:36 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).AFP PHOTO/MANDEL NGAN Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan sanksi lebih keras kepada Turki, jika tidak membebaskan seorang pendeta asal AS yang sekarang menjadi tahanan rumah.

"AS akan memberikan sanksi besar kepada Turki karena menahan pendeta Andrew Brunson, seorang Kristen, pria berkeluarga, dan manusia yang luar biasa," kicau Trump di Twitter, Kamis (26/7/2018).

"Dia sangat menderita. Pria yang tidak bersalah ini harus segera dibebaskan," imbuh Trump.

Diwartakan CNN, Brunson dibebaskan dari penjara dan menjadi tahanan rumah pada Rabu lalu, namun diminta untuk mengenakan alat pelacak elektronik.

 Wakil Presiden AS Mike Pence juga memberikan ancaman serupa, apabila Turki tidak segera membebaskan Brunson dan mengirimnya ke rumahnya di AS.

"Walau dia keluar dari penjara, tapi dia tetap belum bebas," katanya.

"Kepada Presiden Erdogan dan pemerintah Turki, saya punya pesan kepada Anda atas nama Presiden AS. Bebaskan pendeta Andrew Brunson sekarang atau bersiap hadapi konsekuensinya," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meresponsnya dengan mengatakan, tidak akan menoleransi ancaman yang datang dari siapa pun.

"Tidak ada yang bisa mendikte Turki. Kami tidak akan menoleransi ancaman dari siapa pun," katanya.

"Aturan ini berlaku untuk semuanya, tidak ada pengecualian," imbuhnya.

Brunson merupakan seorang pendeta gereja Prebiterian Injili dari Carolina Utara yang ditahan pada 2016, ketika pemerintah Turki menangkap jurnalis, akademisi, dan minoritas menyusul insiden upaya kudeta.

Baca juga: Ketika Trump dan Menlu Iran Terlibat Tweet-War

Awalnya, dia ditahan bersama istrinya yang dicurigai melakukan kegiatan melawan keamanan nasional Turki. Brunson dan istrinya mengelola sebuah gereja Kristen di Kota Izmir, Aegean.

Sang istri, Norine Brunson lantas dibebaskan sesaat setelah penahanannya. Namun suaminya didakwa menjadi anggota gerakan Fethullah Gulen.

Gullen adalah ulama Muslim yang tinggal di Pennsylvania, dan dituduh sebagai dalang dari upaya kudeta terhadap Erdogan.



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X