Siram Wajah Stafnya Pakai Air, Putri Bungsu CEO Korean Air Dihujat - Kompas.com

Siram Wajah Stafnya Pakai Air, Putri Bungsu CEO Korean Air Dihujat

Kompas.com - 16/04/2018, 17:14 WIB
Korean Air.Wikipedia Korean Air.

SEOUL, KOMPAS.com - Serikat pekerja Korean Airl menyerukan agar putri bungsu CEO maskapai penerbangan itu diberhentikan dari jajaran manajemen lantaran perilakunya yang buruk.

Cho Hyun Min alias Emily Cho menjabat sebagai wakil presiden Korean Air. Pada Kamis pekan lalu dia meminta maaf atas apa yang disebutnya sebagai "perilaku yang bodoh".

Dia menyampaikan permintaan maaf setelah sejumlah media mengabarkan Emily menyiramkan air ke wajah seorang manajer agen periklanan dalam sebuah pertemuan bisnis.

Kepada stasiun televisi MBC setibanya di bandara Incheon, Minggu (15/4/2018) setelah mempersingkat liburannya di luar negeri, Emily bersikukuh dia tak menyiramkan air ke wajah manajer periklanan itu.


Baca juga : Pramugari Gugat Korean Air Terkait Insiden Kemarahan Kacang

Dia mengatakan, melakukan hal tersebut karena dia "dipaksa" dan mengakui bahwa tindakannya itu amat bodoh.

Sementara itu, kepolisian telah melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui apakah perempuan itu telah menyahalgunakan wewenang atau melakukan perbuatan melanggar hukum.

Sedangkan, lewat pernyataan resmi pada Senin (16/4/2018), manajemen Korean Air menegaskan, telah mengetahui permasalahan itu.

"Setelah kami mengetahui hasil investigasi polisi, perusahaan akan mengambil langkah-langkah yang sesuai," demikian pernyataan Korean Air.

Kontroversi seakan tak pernah berhenti membelit keluarga pemilik maskapai penerbangan di Korea Selatan ini.

Pada 2014, kakak perempuan Emily, Chon Hyun-ah atau Heather Cho menjadi buah bibir setelah terlibat dalam peristiwa yang dikenal dengan nama "amukan kacang".

Saat itu, Heather Cho mengamuk setelah mendapat suguhan kacang di kelas bisnis Korean Air.

Alhasil, perilaku sang adik memicu kemarahan publik terhadap keluarga kaya yang kerap berperilaku buruk karena merasa memiliki kekuasaan.

Pada Minggu (15/4/2018), serikat pekerja Korean Air dan dua serikat kerja pilot merilis pernyataan bersama yang menyebut perilaku Emily Cho itu merusak reputasi Korean Air.

Ketiga serikat pekerja itu menuntut agar Emily mengundurkan diri serta meminta maaf secara terbuka kepada seluruh karyawan dan publik.

Di hari yang sama, Emily kemudian mengirimkan surat elektronik untuk seluruh karyawan Korean Air untuk meminta maaf atas perbuatannya.

Baca juga : Awak Korean Air Merasa Diperlakukan seperti Budak

"Saat saya fokus pada pekerjaan, saya tak bisa mengendalikan kata-kata dan perilaku yang mengakibatkan kekecewaan dan sakit hati bagi banyak orang," kata Emily lewat surelnya.

Di sisi lain, puluhan petisi online yang menuntut agar Emily dihukum dan menghapus "Korea" dari nama maskapai dikirimkan ke kantor presiden Korea Selatan.

Petisi untuk mengubah nama maskapai penerbangan itu sudah mendapatkan dukungan berupa 44.734 tanda tangan. 



Close Ads X