Kompas.com - 02/04/2018, 16:14 WIB
:embaga pemantau hak asasi manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris menyebut pasukan Suriah berhasil melintasi kota terbesar di kawasan itu, Douma, dan mengisolasi wilayah lainnya. (AFP via BBC) :embaga pemantau hak asasi manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris menyebut pasukan Suriah berhasil melintasi kota terbesar di kawasan itu, Douma, dan mengisolasi wilayah lainnya. (AFP via BBC)

DOUMA, KOMPAS.com - Dewan Kota Douma di Ghouta Timur, Suriah, membantah kelompok pemberontak di sana telah menyerahkan kota kepada pasukan pemerintah.

Sebelumnya Minggu (1/4/2018), media Hezbollah menyatakan, kelompok milisi Jaish al-Islam setuju untuk menyerahkan Douma kepada pemerintahan Bashar al-Assad.

Kesepakatan itu merupakan hasil dari perundingan yang dilakukan Jaish dan Suriah melalui perantaraan Rusia beberapa hari terakhir.

Douma merupakan kota terbesar Ghouta Timur, sekaligus basis kelompok oposisi di sana selama perang saudara di Suriah.

Sebagai gantinya, Jaish al-Islam diizinkan untuk keluar dari sana menuju kawasan Idlib tanpa mendapat gangguan.

Baca juga : Serangan Udara Hantam Wilayah Douma

Dilansir Associated Press via Al Jazeera, anggota dewan kota Iyad Abdelaziz membantah jika sudah ada kesepakatan soal penyerahan Douma kepada Damaskus.

"Namun, untuk kejadian yang berkaitan dengan kemanusiaan, diizinkan untuk meninggalkan kota Senin (2/4/2018)," kata Abdelaziz.

Selain itu, juru bicara Jaish, Hamza Berakdar, sudah menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan Douma.

"Ini merupakan pemindahan paksa. Posisi kami sudah jelas. Kami menolak adanya perubahan demografik di Ghouta Timur," tutur Berakdar.

Berakdar juga menyatakan, kesepakatan yang terjadi adalah Suriah mengizinkan korban luka dievakuasi dari Douma ke Idlib.

Sejak 18 Februari, Suriah yang dibantu sekutunya Rusia membombardir Ghouta Timur dengan serangan darat dan udara.

Tercatat, 1.600 orang tewas dalam serangan di kawasan yang dikuasai pemberontak sejak pertengahan 2013.

Pekan lalu, dua kelompok pemberontak, Ahrar al-Sham dan Faylaq ar-Rahman, setuju menyerahkan Harasta, Irbin, Zamalka, Jobar, dan Distrik Ain Tarma.

Hasilnya, pada Selasa pekan lalu (27/3/2018), tercatat ada sekitar 6.750 orang meninggalkan Irbin menuju Idlib.

Baca juga : Rusia: Tentara Suriah Hampir Lenyapkan Teroris dari Ghouta



Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X