Kompas.com - 30/03/2018, 11:42 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Pasukan Suriah disebut telah hampir melenyapkan teroris dari wilayah kantong pemberontak di Ghouta Barat.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang baru saja bertemu utusan Suriah untuk PBB, pada Kamis (29/3/2018) mengatakan, sekitar 90 persen wilayah Ghouta kini telah kembali dikuasai oleh militer Suriah.

Militer Rusia telah mendukung rezim Bashar al Assad sejak 2015, saat tentara Suriah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pemberontak di pinggiran Damaskus.

Serangan tersebut dilaporkan turut menewaskan hingga lebih dari 1.600 warga sipil Suriah.

Baca juga: Kelompok Pemberontak Suriah Setuju Tinggalkan Wilayah Ghouta Timur

"Sebagai hasil dari operasi anti-teroris yang dilancarkan di Ghouta Barat, saat ini unsur-unsur teroris sudah hampir dihapuskan dari wilayah pinggiran ibu kota Suriah," kata Lavrov dikutip AFP.

Pasukan Suriah kini tengah menguras kantong-kantong oposisi yang tersisa dan menegosiasikan penarikan kelompok pemberontak yang dimediasi oleh Rusia.

Moskwa setidaknya telah meloloskan dua kesepakatan negosiasi antara kelompok pemberontak dengan otoritas Suriah, meminta para pemberontak meninggalkan wilayah kantong.

Saat ini, Rusia tengah berupaya membujuk kelompok Jaish al-Islam, yang menguasai bagian ketiga dan terakhir wilayah kantong Damaskus, untuk pergi meninggalkan kawasan itu.

"Negosiasi dengan Jaish al-Islam masih terus dilakukan. Mereka menghubungi kami, mengirim surat, berbicara melalui telepon, juga bertemu dengan kami," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov.

Bogdanov meyakini proses negosiasi masih akan bergerak maju hingga tercapai kesepakatan.

Sementara itu, utusan Suriah untuk PBB, Staffan de Mistura, juga menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Choigu, dalam kunjungannya ke Moskwa.

Baca juga: Upaya Tentara Suriah Rebut Ghouta Timur dari Pemberontak

Dia mengatakan, selanjutnya militer Suriah akan mulai membawa kembali warga yang mengungsi ke rumah mereka di Ghouta Barat dan berharap dapat menjalani kehidupan normal.

"Sampai dengan saat ini sudah lebih dari 130.000 pengungsi dan 11.000 anggota kelompok bersenjata yang meninggalkan wilayah Ghouta melalui jalr kemanusiaan yang disiapkan," kata de Mistura.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.