Kompas.com - 22/03/2018, 19:41 WIB
Anak-anak Suriah berjalan di dekat tank milik pasukan rezim Suriah saat berada di kota Saqba, wilayah Ghouta Timur, Selasa (20/3/2018). AFP/LOUAI BESHARAAnak-anak Suriah berjalan di dekat tank milik pasukan rezim Suriah saat berada di kota Saqba, wilayah Ghouta Timur, Selasa (20/3/2018).

GHOUTA TIMUR, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Suriah beserta keluarga mereka diperkirakan akan meninggalkan wilayah Ghouta Timur pada Kamis (22/3/2018), di tengah perjanjian evakuasi dan penyerahan kendali kota tersebut kepada pemerintah.

Pasukan pemberontak telah membebaskan 13 tawanan perang jelang dilakukannya evakuasi. Demikian dilaporkan Associated Press.

Perjanjian tersebut menyusul serangan dan bombardir yang berlangsung selama satu bulan oleh pemerintah Suriah dengan didukung sekutu kuatnya, Rusia.

Kesepakatan antara pemerintah dengan kelompok pemberontak tersebut menjadi peluang tercapainya perjanjian serupa dengan daerah kantong pemberontak lain.

Baca juga: Rusia dan Kelompok Pemberontak Sepakat Evakuasi Korban Luka dari Ghouta Timur

Selain itu juga membuka kemungkinan berakhirnya perang yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh tahun.

Koresponden stasiun televisi pemerintah Al-Ikhbariya, Rabieh Dibeh mengatakan, sebanyak 10 bus yang membawa para "teroris" terlihat telah menyeberangi kota Harasta dan membawa mereka ke wilayah di utara Suriah yang masih dikuasai pemberontak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Stasiun televisi menyiarkan berita kesepakatan tersebut sebagai kabar kemenangan bagi negara.

Namun kritikan menyebut negara telah melakukan seleksi terhadap penduduknya dan mengusir mereka yang menentang atau takut terhadap pemerintaha otoritas dari Presiden Bashar al Assad.

Sekitar 6.000 warga sipil dilaporkan ikut meninggalkan Ghouta Timur bersama dengan kelompok pemberontak. Mereka adalah anggota keluarga dan aktivis, serta orang-orang yang khawatir maupun takut menjadi sasaran balas dendam pemerintahan Assad.

Juru bicara kelompok pemberontak dari faksi Ahrar al-Sham, Monther Fares, mengkonfirmasi kabar yang menyebut kelompoknya akan meninggalkan wilayah itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.