Rusia dan Kelompok Pemberontak Sepakat Evakuasi Korban Luka dari Ghouta Timur

Kompas.com - 12/03/2018, 21:29 WIB
Anak-anak Suriah berlindung di ruang bawah tanah yang digunakan untuk menghindari serangan bom di kota Douma, di Ghouta Timur. AFP/HAMZA AL-AJWEHAnak-anak Suriah berlindung di ruang bawah tanah yang digunakan untuk menghindari serangan bom di kota Douma, di Ghouta Timur.

GHOUTA TIMUR, KOMPAS.com - Kesepakatan telah dicapai antara kelompok pemberontak Suriah dengan sekutu rezim Assad, Rusia, untuk memberi kesempatan evakuasi bagi para korban luka keluar dari Ghouta Timur.

Kesepakatan tersebut tercapai pada Senin (12/3/2018) dengan perantara PBB yang memediasi antara kelompok pemberontak utara Suriah, Jaish al-Islam dengan pasukan Suriah yang didukung Rusia.

Stasiun televisi Suriah juga sempat menyiarkan sekelompok kecil warga sipil telah meninggalkan wilayah Ghouta Timur pada Senin (12/3/2018), melalui jalur yang disiapkan pasukan rezim Suriah.

Mereka menyelamatkan diri dari kawasan konflik melalui kota Medeira yang telah dikuasai pasukan rezim Suriah pada Minggu (11/3/2018).

Baca juga: Upaya Tentara Suriah Rebut Ghouta Timur dari Pemberontak

Pemerintah Suriah telah mengabaikan seruan gencatan senjata yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB dengan terus melancarkan serangan baik darat maupun udara yang didukung militer Rusia.

Selama pertempuran yang telah berlangsung tiga pekan sejak 18 Februari lalu, pasukan rezim Suriah mengklaim telah menguasai lebih dari separuh wilayah kantong pemberontak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasukan Suriah juga mengaku telah mengepung pusat kota Douma dan mengisolasinya dari daerah kantong lain yang kini dibagi menjadi tiga, serta membuat kelompok pemberontak semakin terdesak.

Namun demikian, korban dari warga sipil dilaporkan juga terus meningkat. Menurut lembaga pemantau perang, sudah lebih dari 1.000 warga sipil tewas, termasuk 219 anak-anak. Sementara korban luka mencapai 4.350 jiwa.

Badan Anak-anak PBB, UNICEF bahkan sampai mengeluarkan pernyataan kosong untuk menanggapi tingkat kekerasan yang kini terjadi di wilayah Ghouta Timur.

"UNICEF mengeluarkan pernyataan kosong, sebagai simbol tidak ada lagi kata-kata yang dapai menggambarkan penderitaan yang dialami para korban juga kemarahan kami," kata salah seorang pejabat PBB dilansir The New Arab.

"Apakah orang-orang yang menimbulkan penderitaan ini masih bisa berkata-kata untuk membenarkan tindakan barbar mereka?" lanjutnya.

Baca juga: Berlindung dari Serangan Udara, Warga Ghouta Timur Gali Ruang Bawah Tanah

Kecaman juga disampaikan lembaga bantuan dan organisasi non-pemerintah yang menyebut kehancuran di Ghouta Timur saat ini telah melebihi tragedi dan krisis kemanusiaan di Aleppo pada 2016 silam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.