Kompas.com - 15/03/2018, 23:52 WIB
Anggota pasukan rezim Suriah mengawal rombongan warga sipil meninggalkan wilayah Ghouta Timur, Kamis (15/3/2018). AFP/LOUAI BESHARAAnggota pasukan rezim Suriah mengawal rombongan warga sipil meninggalkan wilayah Ghouta Timur, Kamis (15/3/2018).

GHOUTA TIMUR, KOMPAS.com - Konflik di wilayah Suriah yang terus berkepanjangan semakin menambah penderitaan warga sipil.

Selain ribuan warga yang terpaksa keluar dari wilayah Afrin karena serangan pasukan Turki, ribuan penduduk sipil juga mulai meninggalkan Ghouta Timur yang dibombardir pasukan rezim Suriah.

Pasukan militer yang pro-rezim dan didukung sekutu Rusia terus melancarkan serangan ke wilayah Ghouta Timur yang menjadi kantong kelompok pemberontak.

Konflik yang dimulai pada 2011 antara pemerintah yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad melawan kelompok pemberontak itu telah memasuki tahun kedelapan.

Baca juga: Rusia dan Kelompok Pemberontak Sepakat Evakuasi Korban Luka dari Ghouta Timur

Dalam rangkaian serangan terkini yang dimulai akhir Februari lalu, kini wilayah Ghouta telah terbagi menjadi tiga dengan satu zona menjadi tempat bagi penduduk mendapat bantuan makanan.

Sementara dari dua zona lainnya, pengungsi yang didominasi perempuan dan anak-anak terus mengalir meninggalkan wilayah kantong di selatan Ghouta untuk menuju kawasan yang dikuasai pasukan pro-rezim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilaporkan koresponden AFP, Kamis (15/3/2018), banyak dari pengungsi berjalan tanpa alas kaki dan membawa pakaian yang dimasukkan ke dalam kantung plastik.

Para pengungsi yang berhasil mencapai pos pemeriksaan yang dikontrol pasukan rezim di wilayah Adra selanjutnya dibawa ke tempat yang lebih aman menggunakan bus besar.

"Diperkirakan ada lebih dari 12.000 orang yang mengungsi dari Ghouta Timur pada Kamis (15/3/2018). Menjadikan ini perpindahan terbesar sejak awal serangan dimulai terhadap Ghouta," kata Badan Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Militer Rusia yang mendukung pasukan pro-rezim mengatakan sebanyak 13.000 orang meninggalkan wilayah kantong dalam sehari.

Baca juga: Berlindung dari Serangan Udara, Warga Ghouta Timur Gali Ruang Bawah Tanah

Sementara konvoi gabungan yang membawa pasokan bantuan makanan untuk 26.000 orang telah tiba di Douma, kota terbesar di Ghouta.

"Ini hanya sedikit dari apa yang dibutuhkan warga," kata Komite Palang Merah Internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.