Kompas.com - 08/02/2018, 16:11 WIB
Makam Mary Stuart, Ratu Skotlandia, di Westminster Abbey, London. WikipediaMakam Mary Stuart, Ratu Skotlandia, di Westminster Abbey, London.
|

Saat eksekusi akan dilakukuan sang algojo dan asistennya berlutut di hadapan Mary untuk meminta maaf. Di masa itu bagi algojo hukuman mati kerap meminta maaf dari orang yang akan menjalani eksekusi.

"Dari lubuk hati terdalam, saya memaafkanmu. Sekarang, saya harap, kau akan mengakhiri semua masalah saya," ujar Mary.

Kemudian dua pembantu Mary, Jane Kennedy dan Elizabeth Curle serta kedua algojo membantu Mary melepaskan mantelnya.

Mary kemudian hanya mengenakan rok beludru berwarna merah marun, sebuah perlambang martir dalam tradisi Gereja Katolik.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Putra Mahkota Nepal Bantai Seluruh Keluarganya

Kemudian Jane Kennedy menutup mata Mary dengan kain putih yang dihiasi rajutan benang emas.

Dia kemudian berlutut di atas bantal yang sudah disediakan dan menempatkan kepalanya di balok kayu lalu merentangkan kedua lengannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"In manus tuas, Domine, commendo spiritum teum (Ke dalam tanganmu, Tuhan, kuserahkan jiwaku)," kata Mary beberapa saat sebelum dipenggal.

Algojo membutuhkan dua kali tebasan kapak sebelum dia memegang kepala Mary sambil berkata: "Tuhan menyelamatkan Ratu!"

Disebut seekor anjing kecil milik Mary, bersembunyi di dalam rok sang ratu dan tak terlihat mereka yang menyaksikan eksekusi itu.

Setelah majikannya meninggal dunia, anjing itu tak mau dipisahkan dari jenazah Mary sebelum akhirnya diangkat dan dibersihkan.

Sebelum dieksekusi, Mary meminta agar jenazahnya dimakamkan di Perancis tetapi permintaan itu ditolak Ratu Elizabeth.

Baca juga : Tak Pakai Sabuk Pengaman, Ratu Elizabeth Dilaporkan ke Polisi

Jenazah Mary kemudian dibalsem dan dimasukkan ke dalam sebuah peti hingga dimakamkan pada akhir Juli 1587 dengan menggunakan tata cara Protestan di Katedral Peterborough.

Pada 1612, makamnya dibongkar saat puutranya Raja James VI menduduki tahta Inggris dan memerintahka tulang belulang ibunya dipindahkan ke Westminster Abbey tepat di seberang pusara Ratu Elizabeth I.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.