Kompas.com - 08/02/2018, 16:11 WIB
Istana Linlithgow, tempat kelahiran Mary sang ratu Skotlandia. WikipediaIstana Linlithgow, tempat kelahiran Mary sang ratu Skotlandia.
|

KOMPAS.com - Setelah 19 tahun dipenjara, Mary Ratu Skotlandia dipenggal pada 8 Februari 1587 di Kastil Fotheringhay, Inggris karena dianggap terbukti terlibat rencana pembunuhan Ratu Elizabeth I.

Siapakah sang ratu Skotlandia yang bertahta pada 14 Desember 1542 hingga 24 Juli 1567 itu?

Mary atau dikenal juga dengan nama Mary Stuart lahir di Istana Linlithgow, Skotlandia pada 7 atau 8 Desember 1542. Dia adalah putri dari Raja James V dan istri keduanya Maru of Guise yang berasal dari Perancis.

Mary diyakini lahir prematur dan merupakan satu-satunya anak sah sekaligus pewaris tahta Skotlandia yang masih hidup.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Ratu Perancis Marie Antoinette Dipenggal

Mary masih merupakan "cucu" Raja Inggris saat itu Henry VIII karena nenek Mary, Margaret Tudor adalah kakak perempuan Henry VIII.

Pada 14 Desember 1542 atau enam hari setelah dilahirkan Mary menjadi Ratu Skotlandia menggantikan ayahny yang meninggal dunia. Dia kemudian bergelar Mary I.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sang ayah meninggal dunia kemungkinan disebabkan karena depresi usai mengalami kekalahan dalam pertempuran Solway Moss.

Dugaan lain mengenai penyebab kematin James V adalah akibat air yang dia minum selama memimpin pertempuran telah terkontaminasi.

Karena Mary masih bayi saat mewarisi tahta maka untuk sementara Skotlandia diperintah para bangsawan setingkat bupati hingga Mary memasuki usia dewasa.

Mary kemudian dikirim ibunya ke Perancis untuk dibesarkan di negeri itu. Pada 1558, Mary menikahi seorang bangsawan Perancis bernama Francis.

Setahun kemudian, Francis menduduki tahta Perancis dengan gelar Raja Francis I dan seketika Mary menjadi Ratu Perancis.

Saat suaminya meninggal dunia pada 1560, Mary memutuskan kembali ke Skotlandia dan tiba di kota Leith pda 19 Agustus 1561.

Baca juga : Ratu Elizabeth II Diyakini Tak Hadir di Pernikahan Harry-Markle

Empat tahun kemudian dia menikahi sepupunya, Henry Stuart yang bergelar Lord Darnley yang amat ambisius.

Pernikahan Mary dan Lord Darnley tak bahagia dan pada Februari 1567, kediaman pasangan ini di dekat kota Edinburgh hancur akibat ledakan dan Lord Darnley ditemukan tewas dibunuh di taman.

Sketsa proses eksekusi Mary, Ratu Skotlandia, yang dibuat seorang saksi mata Robert Beale.Wikipedia Sketsa proses eksekusi Mary, Ratu Skotlandia, yang dibuat seorang saksi mata Robert Beale.
Diduga, pembunuhan Lord Darnley merupakan sebuah konspirasi yang melibatkan Mary, tetapi dugaan tersebut tak pernah terbukti.

Namun, pada Mei 1567, atau tiga bulan setelah Lord Darnley terbunuh, Mary menikah dengan James Hepburn atau Earl of Bothwell yang banyak didga sebagai pembunuh Darnley.

Selama bertahun-tahun, Bothwell menjadi pasangan setia Mary dan disebut banyak memberikan pengaruh kepada perempuan tersebut.

Pernikahan Mary dan Bothwell yang berlangsung tiga bulan setelah kematian Darnley membuat para bangsawan Skotlandia menentang Mary.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Rakyat Perancis Serang Penjara Bastille

Ujung dari "pemberontakan" para bangsawan ini adalah kaburnya Bothwell sebelum ditangkap dan dipenjarakan hingga meninggal dunia.

Sementara, Mary, si Ratu Skotlandia, ditangkap dan dipenjarakan di Kastl Lochleven.

Pada Juli 1567, Mary dipaksa menyerahkan mahkotanya demi keselamatan putranya yang masih bayi.

Setahun kemudian, Mary berhasil lolos dari Kastil Lochleven dan segera membentuk pasukan. Sayangnya perlawanan Mary tak berlangsung lama dan pasukannya segera dikalahkan.

Dia kemudian kabur ke Inggris untuk meminta perlindungan Rtua Elizabeth I, yang merupakan saudara sepupunya.

Namun, Elizabeth tidak memberikan perlindungan. Dia malah menangkap dan memenjarakan Mary hingga 18 tahun kemudian.

Fakta bahwa Mary adalah "cucu sepupu" Raja Henry II dan memeluk agama Katolik, para bangsawan Katolik di Inggris berencana untuk membunuh Elizabeth dan mendudukkan Mary di singgasana Inggris.

Di tengah proses itu, Mary sempat melakukan korespondensi dengan Anthony Babington, salah seorang perencana makar.

Celaka, mata-mata Ratu Elizabeth menemukan surat-surat Mary itu pada 1586. Alhasil Mary diseret ke pengadilan dan dinyatakan terbukti melakukan pengkhianatan.

Pada 7 Februari 1587 malam, Mary mendapat kabar dia akan menjalani eksekusi hukuman mati pada 8 Februari pagi.

Dia kemudian menghabiskan jam-jam terakhirnya untuk berdoa, membagikan benda-benda miliknya untuk para pembantu, serta menulis surat dan wasiatnya bagi Raja Perancis.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Elizabeth II Dinobatkan Menjadi Ratu Inggris

Sementara di ruang utama Kastil Fotheringhay panggung eksuksi sudah disiapkan. Di atas panggung disediakan tiga buah bangku. Juga disediakan bantal untuk tempat Mary berlutut.

Satu bangku untuk Mary, dua lainnya bagi Earl of Shrewsbury dan Kent yang akan menjadi saksi eksekusi mati tersebut.

Makam Mary Stuart, Ratu Skotlandia, di Westminster Abbey, London.Wikipedia Makam Mary Stuart, Ratu Skotlandia, di Westminster Abbey, London.
Saat eksekusi akan dilakukuan sang algojo dan asistennya berlutut di hadapan Mary untuk meminta maaf. Di masa itu bagi algojo hukuman mati kerap meminta maaf dari orang yang akan menjalani eksekusi.

"Dari lubuk hati terdalam, saya memaafkanmu. Sekarang, saya harap, kau akan mengakhiri semua masalah saya," ujar Mary.

Kemudian dua pembantu Mary, Jane Kennedy dan Elizabeth Curle serta kedua algojo membantu Mary melepaskan mantelnya.

Mary kemudian hanya mengenakan rok beludru berwarna merah marun, sebuah perlambang martir dalam tradisi Gereja Katolik.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Putra Mahkota Nepal Bantai Seluruh Keluarganya

Kemudian Jane Kennedy menutup mata Mary dengan kain putih yang dihiasi rajutan benang emas.

Dia kemudian berlutut di atas bantal yang sudah disediakan dan menempatkan kepalanya di balok kayu lalu merentangkan kedua lengannya.

"In manus tuas, Domine, commendo spiritum teum (Ke dalam tanganmu, Tuhan, kuserahkan jiwaku)," kata Mary beberapa saat sebelum dipenggal.

Algojo membutuhkan dua kali tebasan kapak sebelum dia memegang kepala Mary sambil berkata: "Tuhan menyelamatkan Ratu!"

Disebut seekor anjing kecil milik Mary, bersembunyi di dalam rok sang ratu dan tak terlihat mereka yang menyaksikan eksekusi itu.

Setelah majikannya meninggal dunia, anjing itu tak mau dipisahkan dari jenazah Mary sebelum akhirnya diangkat dan dibersihkan.

Sebelum dieksekusi, Mary meminta agar jenazahnya dimakamkan di Perancis tetapi permintaan itu ditolak Ratu Elizabeth.

Baca juga : Tak Pakai Sabuk Pengaman, Ratu Elizabeth Dilaporkan ke Polisi

Jenazah Mary kemudian dibalsem dan dimasukkan ke dalam sebuah peti hingga dimakamkan pada akhir Juli 1587 dengan menggunakan tata cara Protestan di Katedral Peterborough.

Pada 1612, makamnya dibongkar saat puutranya Raja James VI menduduki tahta Inggris dan memerintahka tulang belulang ibunya dipindahkan ke Westminster Abbey tepat di seberang pusara Ratu Elizabeth I.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.