Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/10/2017, 16:01 WIB
|
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Hari ini 16 Oktober 1793, nama seorang perempuan tercatat selamanya dalam sejarah dunia khususnya Perancis.

Nama perempuan itu adalah Marie Antoinette, ratu terakhir Perancis yang harus kehilangan nyawanya setelah dipenggal pisau guilottine.

Marie Antoinette lahir pada 2 November 1755 di Vienna, Austria dengan nama Maria Antonia Josepha Joanna.

Dia adalah anak ke-15 hasil pernikahan Ratu Austria Maria Theresa dan Kaisar Kekaisaran Suci Roma Franci I.

Di masa kanak-kanaknya, Marie Antoinette menerima pendidikan ala bangsawan yang menekankan pada masalah keagamaan dan prinsip-prinsip moral.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Rakyat Perancis Serang Penjara Bastille

Setelah Perang Tujuh Tahun (1756-1763) yang melibatkan negara-negara adikuasa Eropa masa itu, persekutuan Austria dan Perancis menjadi fokus utama Ratu Maria Theresa.

Kala itu, memperkuat persekutuan lewat jalur pernikahan merupakan salah satu cara paling umum di kalangan para keluarga kerajaan di Eropa.

Pada 1765, Louis Ferdinand, putra Raja Perancis Louis XV meninggal dunia. Akibatnya, putra Louis Ferdinand yang baru berusia 11 tahun, Louis-Auguste, menjadi pewaris tahta Perancis.

Hanya dalam hitungan bulan, Marie Antoinette dan Louis-Auguste bertunangan atas nama aliansi kedua negara besar itu.

Pada 1768, Louis XV berangkat ke Austria untuk memeriksa calon istri cucunya. Di sana, dia mendapati Marie Antoinette meski sangat cerdas tapi cenderung malas dan susah diatur.

Saat itu, Marie Antoinette baru berusia 14 tahun, amat cantik dengan mata berwarna biru dan rambutnya yang pirang.

Pada Mei 1770, menjelang usianya yang ke-15, Marie Antoinette berangkat ke Perancis untuk menikah. Keberangkatannya diiringi 57 kereta kuda, 117 pengawal, dan 376 ekor kuda.

Marie Antoinette kemudian resmi menikah dengan Louis-Auguste pada 16 Mei 1770. Tak lama setelah menikah terlihat bahwa Marie Antoinette belum siap untuk menjalani biduk rumah tangga.

Dia kerap menulis surat ke Austria yang mengungkapkan kerinduannya terhadap kampung halaman.

"Ibuku tersayang. Saya selalu menangis saat membaca suratmu," demikian penggalan salah satu isi surat Marie Antoinette kepada ibunya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.