Kompas.com - 08/01/2018, 15:49 WIB
Tembok Barat yang ada di Kota Tua Yerusalem. Di lokasi tersebut rencananya akan dibangun stasiun kereta yang akan menghubungkan Tel Aviv dengan Yerusalem. Thomas Coex / AFPTembok Barat yang ada di Kota Tua Yerusalem. Di lokasi tersebut rencananya akan dibangun stasiun kereta yang akan menghubungkan Tel Aviv dengan Yerusalem.
|
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com - Sebuah stasiun televisi di Turki menyiarkan rekaman audio seorang yang disebut agen intelijen Mesir tengah berbicara dengan seorang pembawa acara televisi negeri itu.

Dalam pembicaraan dalam bahasa Arab tersebut terdengar sang agen meminta agar sang pembawa acara mengarahkan pemirsanya untuk menerima keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pembawa acara yang dimaksud adalah Saeed Hassaseen yang juga merupakan anggota parlemen Mesir.

Rekaman itu disiarkan Mekameleen TV pada Minggu (7/1/2018) malam, setelah sebelumnya laporan serupa dimuat harian The New York Times.

Baca juga : Parlemen Israel Tetapkan Ambang Batas Voting Terkait Yerusalem

Jika rekaman ini bisa dikonfirmasi kebenarannya maka akan bertolak belakang dengan pernyataan publik Mesir yang mengecam langkah Amerika Serikat itu.

Mekameleen TV merupakan stasiun televisi yang berbasis di kota Istanbul dan dikelola oleh para pelarian Mesir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu di Kairo, Dinas Penerangan Negara membantah semua isi laporan The New York Times dalam edisi Sabtu (6/1/2018).

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Mesir menegaskan sikap terkait pengakuan AS terhadap Yerusalem sudah jelas.

Selain itu, The New York Times juga tak memberikan bukti bahwa Kapten Ashraf el-Kholi, nama perwira yang disebut dalam laporan harian itu adalah anggota dinas intelijen Mesir.

Namun, The New York Times bersikukuh laporan yang ditulisnya benar dan Hassassen membenarkan hal itu dalam wawancara dengan jurnalis harian tersebut.

Baca juga : Raja Salman Bertemu PM Turki Bahas Status Yerusalem

Mesir adalah salah satu negara yang paling pertama mengkritik langkah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Mesir juga memasukkan sebuah resolusi ke Dewan Keamanan PBB uang isinya mengecam pengakuan atas Yerusalem. Namun, langkah itu gugur setelah AS menggunakan hak vetonya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.