Tanggapi Ancaman Trump, PM Pakistan Gelar Rapat Kabinet

Kompas.com - 02/01/2018, 19:31 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump menghadiri misa malam Natal di Gereja Episkopal Bethesda di Florida (24/12/2017) NICHOLAS KAMM/AFPPresiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump menghadiri misa malam Natal di Gereja Episkopal Bethesda di Florida (24/12/2017)
|
EditorArdi Priyatno Utomo

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Perdana Menteri Pakistan dilaporkan bakal menghelat rapat kabinet pasca-ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump.

Seperti dilansir Radio Pakistan via Hindustan Times Selasa (2/1/2018), Perdana Menteri Shahid Khaqan Abbasi bakal bertemu sejumlah menteri seniornya.

Topik utama dalam rapat tersebut adalah ancaman Trump yang bakal menghentikan program bantuan AS untuk Pakistan.

Rapat tersebut bakal dihadiri Menteri Luar Negeri Khawaja Asif, Menteri Dalam Negeri Ahsan Iqbal, serta Menteri Pertahanan Khurram Dastgir-Khan.


Baca juga: AS Ancam Bakal Hentikan Anggaran Bantuan untuk Pakistan

Setelah menggelar rapat kabinet, kantor berita Press Trust of India mengutip sumber pejabat internal bahwa Abbasi bakal rapat dengan Komite Keamanan Nasional (NSC) pada Rabu (3/1/2018).

"Dalam rapat tersebut, perdana menteri bakal menentukan langkah seperti apa ke depannya setelah Trump mengucapkan hal demikian," demikian pernyataan dari kantor Abbasi.

Sebelumnya, Trump di akun Twitter-nya mengancam bakal menghentikan dana bantuan kepada Pakistan.

Trump pun menyebut langkah AS yang telah memberikan bantuan kepada Pakistan hingga lebih dari 33 miliar dollar AS (lebih dari Rp 446 triliun) selama 15 tahun sebagai suatu kebodohan.

"AS sudah sangat bodoh memberikan lebih dari 33 miliar dollar dalam bentuk bantuan kepada Pakistan selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberi apa pun selain kebohongan dan tipu muslihat."

"Menganggap para pemimpin kami sebagai kebodohan. Mereka memberikan jaminan keamanan kepada teroris yang kami kejar di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak lagi!" tutur Trump.

Baca juga: Pakistan Panggil Duta Besar AS Terkait Cuitan Trump

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X