AS Ancam Bakal Hentikan Anggaran Bantuan untuk Pakistan

Kompas.com - 02/01/2018, 09:19 WIB
Presiden AS Donald Trump tiba di pesta malam tahun baru di Mar-a-Lago Resort, Palm Beach, Florida, 31 Desember 2018. Nicholas Kamm / AFPPresiden AS Donald Trump tiba di pesta malam tahun baru di Mar-a-Lago Resort, Palm Beach, Florida, 31 Desember 2018.
|
EditorAgni Vidya Perdana

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai aktivitasnya awal tahunnya di media sosial dengan mengeluarkan kecaman terhadap Pakistan.

Melalui akun Twitter-nya @realDonaldTrump, presiden AS itu mengancam bakal menghentikan penggelontoran dana bantuan untuk negara Pakistan yang dianggapnya telah melindungi pada teroris.

Trump pun menyebut langkah AS yang telah memberikan bantuan kepada Pakistan hingga lebih dari 33 miliar dolar AS (lebih dari Rp 446 triliun) selama 15 tahun sebagai suatu kebodohan.

Baca juga: Kemenhan: Ancaman Trump Putus Dana Bantuan Tak Pengaruhi Indonesia

"AS sudah sangat bodoh memberikan lebih dari 33 miliar dolar dalam bentuk bantuan kepada Pakistan selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberi apapun selain kebohongan dan tipu muslihat."

"Menganggap para pemimpin kami sebagai kebodohan. Mereka memberikan jaminan keamanan kepada teroris yang kami kejar di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak lagi!" tulis Trump di akun Twitternya pada Senin (1/1/2018) dikutip AFP.


Sebelumnya, Trump telah menyebut bahwa pemerintah mempertimbangkan dengan serius apakah akan menahan dana 255 juta dolar AS yang ditujukan untuk Islamabad, setelah mereka dipandang tak mampu memberantas kelompok teror di negara mereka.

"Kami memberikan pembayaran yang besar setiap tahunnya ke Pakistan. Mereka harus membantu," kata Trump saat mengumumkan strategi keamanan nasionalnya.

Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Muhammad Asif, menanggapi pernyataan Trump di Twitter, mengatakan AS tidak dapat melimpahkan kegagalan orang-orangnya di Afghanistan kepada mereka.

Asif juga menyebut setiap dana bantuan yang diberikan AS kepada Pakistan telah disalurkan dan juga dilakukan diperiksa.

"Amerika Serikat seharus menjaga orang-orangnya bertanggung jawab atas kegagalannya di Afghanistan. Semua dana dari AS telah diaudit dengan benar dan layanan diberikan," kata dia.

Baca juga: China Masih Jual Minyak ke Korea Utara, Trump Kecewa

Pakistan berulang kali membantah tuduhan telah menutup mata terhadap pasukan militan dan teror.

Sebaliknya, mereka justru balik mengecam AS yang dianggap telah mengabaikan ribuan orang yang tewas di tanahnya dan menghabiskan miliaran dolar untuk melawan ekstremis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X