56 Persen Armada Angkatan Udara Perancis Tak Laik Terbang

Kompas.com - 18/12/2017, 16:00 WIB
Helikopter tempur tipe Tiger milik angkatan udara Perancis terbang saat presentasi kekuatan militer di Institut Penelitian Lanjutan Pertahanan Nasional Perancis (IHEDN) pada 19 Oktober 2017. ERIC FEFERBERG / AFPHelikopter tempur tipe Tiger milik angkatan udara Perancis terbang saat presentasi kekuatan militer di Institut Penelitian Lanjutan Pertahanan Nasional Perancis (IHEDN) pada 19 Oktober 2017.
|
EditorAgni Vidya Perdana

PARIS, KOMPAS.com - Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis mengungkapkan lebih dari separuh armada angkatan udaranya dinyatakan dalam kondisi tak laik terbang.

Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly mengungkapkan kenyataan tersebut sekaligus menambahkan rumitnya perizinan untuk mengurus perbaikan satu unit armada terbangnya.

Kerumitan dalam pengajuan izin, Parly mencontohkan, untuk sebuah helikopter Tiger yang menjadi tanggung jawab dari berbagai instansi membutuhkan lebih dari 30 kontrak terpisah.

Menteri Parly mengatakan dalam kesempatan kunjungan ke markas angkatan udara di Evreux, Normandia, pada suatu saat hingga 56 persen armada Angkatan Udara Perancis tidak dalam kondisi siap diterbangkan.

Baca juga: Pejuang Perancis Gabung Pasukan ISIS di Afghanistan

Kondisi itu seolah bertolak belakang dengan peningkatan anggaran dana perawatan hingga 25 persen sejak 2012 yang kini sebesar 3,5 miliar poundsterling (sekitar Rp 63,4 triliun).

Dilansir dari Express, Menteri Parly memaparkan, hanya 80 persen armada udara Perancis yang saat ini berada di zona pertempuran, seperti Irak dan Timur Tengah, yang siap beroperasi.

Angka tersebut turun drastis jika melihat kesiapan armada angkatan udara di dalam negeri Perancis yang hanya 30 persen.

Secara keseluruhan, sekitar 44 persen armada udara Perancis yang dalam kondisi siap tempur. Angka tersebut menurun 11 persen dibandingkan tahun 2000 lalu.

"Konsekuensi dari kondisi ini ada pada tim terbang kita yang jadi jarang berlatih dan akhirnya dana yang dikeluarkan juga akan meningkat," ujar Menteri Parly.

"Situasi ini sudah tidak bisa ditoleransi dan karenanya saya menjadikannya prioritas probadi," tambahnya.

Mengatasi hal tersebut, Menteri Angkatan Bersenjata Perancis telah mengumumkan akan membentuk departemen ilmu penerbangan pada tahun depan untuk memastikan perusahaan yang membuat armada udara juga bertanggung jawab dalam perawatan dari awal hingga akhir.

"Saya targetkan hasilnya bisa terlihat di 2020. Kami membeli armada udara untuk diterbangkan, bukan untuk memenuhi hanggar atau sekadar diparkirkan," ujar Parly.

Baca juga: Turki Jalin Kesepakatan Persenjataan Rudal dengan Perancis dan Italia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X