Kompas.com - 18/12/2017, 16:00 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

PARIS, KOMPAS.com - Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis mengungkapkan lebih dari separuh armada angkatan udaranya dinyatakan dalam kondisi tak laik terbang.

Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly mengungkapkan kenyataan tersebut sekaligus menambahkan rumitnya perizinan untuk mengurus perbaikan satu unit armada terbangnya.

Kerumitan dalam pengajuan izin, Parly mencontohkan, untuk sebuah helikopter Tiger yang menjadi tanggung jawab dari berbagai instansi membutuhkan lebih dari 30 kontrak terpisah.

Menteri Parly mengatakan dalam kesempatan kunjungan ke markas angkatan udara di Evreux, Normandia, pada suatu saat hingga 56 persen armada Angkatan Udara Perancis tidak dalam kondisi siap diterbangkan.

Baca juga: Pejuang Perancis Gabung Pasukan ISIS di Afghanistan

Kondisi itu seolah bertolak belakang dengan peningkatan anggaran dana perawatan hingga 25 persen sejak 2012 yang kini sebesar 3,5 miliar poundsterling (sekitar Rp 63,4 triliun).

Dilansir dari Express, Menteri Parly memaparkan, hanya 80 persen armada udara Perancis yang saat ini berada di zona pertempuran, seperti Irak dan Timur Tengah, yang siap beroperasi.

Angka tersebut turun drastis jika melihat kesiapan armada angkatan udara di dalam negeri Perancis yang hanya 30 persen.

Secara keseluruhan, sekitar 44 persen armada udara Perancis yang dalam kondisi siap tempur. Angka tersebut menurun 11 persen dibandingkan tahun 2000 lalu.

"Konsekuensi dari kondisi ini ada pada tim terbang kita yang jadi jarang berlatih dan akhirnya dana yang dikeluarkan juga akan meningkat," ujar Menteri Parly.

"Situasi ini sudah tidak bisa ditoleransi dan karenanya saya menjadikannya prioritas probadi," tambahnya.

Mengatasi hal tersebut, Menteri Angkatan Bersenjata Perancis telah mengumumkan akan membentuk departemen ilmu penerbangan pada tahun depan untuk memastikan perusahaan yang membuat armada udara juga bertanggung jawab dalam perawatan dari awal hingga akhir.

"Saya targetkan hasilnya bisa terlihat di 2020. Kami membeli armada udara untuk diterbangkan, bukan untuk memenuhi hanggar atau sekadar diparkirkan," ujar Parly.

Baca juga: Turki Jalin Kesepakatan Persenjataan Rudal dengan Perancis dan Italia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.