Kompas.com - 10/11/2017, 13:53 WIB
Presiden AS, Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri), mengadakan pertempuan bilateral pertamanya tak lama setelah perjumpaan informal pertama mereka di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7/2017). AFP/SAUL LOEBPresiden AS, Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri), mengadakan pertempuan bilateral pertamanya tak lama setelah perjumpaan informal pertama mereka di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

DA NANG, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) menghentikan segala spekulasi tentang terjadinya pertemuan bilateral antara Donald Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Keduanya dijadwalkan untuk hadir dalam pertemuan tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Da Nang, Vietnam, mulai Jumat (10/11/2017) sampai Sabtu (11/11/2017).

Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Yury Ushakov menyatakan Kamis (9/11/2017), Trump dan Putin akan bertatap muka dalam agenda terpisah.

Ushakov berkata sederet isu bakal dibahas oleh dua pemimpin adikuasa tersebut. Paling utama membahas tentang isu tentang penanganan nuklir Korea Utara (Korut).

Terakhir kali Putin dan Trump bertemu adalah saat pertemuan G20 di Jerman Juli lalu.

Baca juga : Putin Jadwalkan Pertemuan dengan Trump Secara Bilateral di APEC

Gedung Putih, melalui Menteri Pers Sarah Sanders menyatakan tidak akan ada pertemuan saat berlangsung APEC.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadwal mereka sudah sangat padat sehingga tidak memungkinkan untuk itu (rencana pertemuan)," kata Sanders seperti dikutip kantor berita AFP.

Pernyataan Sanders memperkuat ucapan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson kemarin bahwa pertemuan antara AS dan Rusia haruslah sesuatu yang sangat darurat dan penting.

Hubungan Washington dan Kremlin sedang menghangat setelah banyak pihak menuduh pemerintahan Putin mendukung Trump saat pemilu presiden November tahun lalu.

Rusia langsung membantah bahwa mereka mengintervensi pemilu sehingga memenangkan taipan 71 tahun itu.

Baca juga : Istri Pelaku Percobaan Pembunuhan Vladimir Putin Tewas Tertembak



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X