Trump Desak China dan Rusia Hentikan Kerja Sama Ekonomi dengan Korut - Kompas.com

Trump Desak China dan Rusia Hentikan Kerja Sama Ekonomi dengan Korut

Veronika Yasinta
Kompas.com - 09/11/2017, 14:37 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Nicolas Asfouri) Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Nicolas Asfouri)


BEIJING, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak China dan Rusia untuk bertindak cepat menyelesaikan krisis ancaman nuklir Korea Utara.

Pernyataan itu dia lontarkan saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Kamis (9/11/2017).

Pemutusan kerja sama ekonomi dengan Korut dianggap mampu mematahkan program senjata nuklir dan rudal yang sedang dikembangkan Korut.

Dilansir dari AFP, Trump berterima kasih pada Xi atas usahanya untuk membatasi perdagangan dengan Korut, dan memotong semua hubungan perbankan dengan sekutu China.

Namun, Trump meminta Xi untuk berbuat lebih banyak lagi.

Baca juga : Bertemu Xi Jinping, Trump Klaim Temukan Solusi Jitu Atasi Korut

"Kita harus bertindak. Saya berharap China bertindak lebih cepat dan lebih efektif untuk mengatasi ancaman ini," katanya.

"China bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah dan cepat. Saya berharap China dan presidennya yang hebat untuk bekerja keras dalam hal ini," ucapnya.

Trump yang diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di penyelenggarakan APEC di Vietnam pekan ini, meminta bantuan Rusia yang juga memiliki hubungan ekonomi dengan Korut.

"Saya juga berharap Rusia membantu mengendalikan situasi yang berpotensi menjadi tragis ini," kata Trump.

Baca juga : Trump Segera Tentukan Sikap pada Korea Utara Usai Tur Asia

Sebelumnya, Trump dan Xi mengklaim ada solusi jitu untuk mengatasi ancaman nuklir.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh solusi yang dimaksud. Namun, dia meyakini pengaruh ekonomi China terhadap Korut adalah kunci kekuatan militer negara pimpinan Kim Jong Un.

China telah meminta perundingan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan damai

PenulisVeronika Yasinta
EditorVeronika Yasinta
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM