Putin Jadwalkan Pertemuan dengan Trump Secara Bilateral di APEC

Kompas.com - 09/11/2017, 17:53 WIB
Sebuah gambar yang diambil pada 27 Juni 2017, menunjukkan sebuah kaus bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tanda We Love Russia, dijual di toko suvenir di Saint Petersburg, Rusia. AFP/MLADEN ANTONOVSebuah gambar yang diambil pada 27 Juni 2017, menunjukkan sebuah kaus bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tanda We Love Russia, dijual di toko suvenir di Saint Petersburg, Rusia.
|
EditorArdi Priyatno Utomo

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Kabar tersebut dihembuskan oleh Juru Bicara Kremlin, Yury Ushako, kepada kantor berita TASS Kamis (9/11/2017).

Ushakov menyatakan, pertemuan bilateral itu akan terjadi di sela-sela pertemuan 21 kepala negara dalam forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Da Nang, Vietnam.

Keduanya dijadwalkan bertatap muka besok (10/11/2017). "Namun, pukul berapa mereka bertemu belum ditetukan," ujar Ushakov.

Ushakov kembali menuturkan, Putin dan Trump akan membahas beberapa hal.

Baca juga : Intelijen Swasta AS Bayar Eks Mata-Mata Inggris Rp 2,2 Miliar Kumpulkan Dokumen Trump

Yang paling utama terkait pengembangan nuklir yang dilakukan Korea Utara (Korut).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minggu (5/11/2017), Trump sempat menyerukan agar Putin dan Presiden China, Xi Jinping, bisa ikut serta dalam menyelesaikan ketegangan di Semenanjung Korea.

"Saya juga meminta kepada Rusia bisa membantu situasi yang sangat tragis ini," ujar Trump dikutip dari AFP.

Namun, Washington membantahnya melalui Menteri Luar Negeri Rex Tillerson.

Tillerson yang ikut dalam kunjungan kenegaraan Trump di China menegaskan tidak ada informasi mengenai pertemuan bilateral antar-dua pemimpin adikuasa tersebut.

"Jika kami ingin melakukan pertemuan, hal itu haruslah yang sangat penting dan bermakna," terang Tillerson.

Oposisi Trump menuduh Rusia di balik kemenangan presiden 71 tahun itu saat pemilu 8 November lalu.

Mereka menuduh penasihat Trump bertemu dengan pejabat Rusia. Kremlin secara tegas menyangkalnya.

Baca juga : Paris Hilton-nya Rusia Tantang Putin di Pemilihan Presiden



Sumber ITAR TASS,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X