Mengapa AS Tak Sebut Penembak di Las Vegas Sebagai Teroris?

Kompas.com - 05/10/2017, 22:32 WIB
IIlustrasi polesan sewarna darah, kekerasan. Thinkstocks/Artemisia1508IIlustrasi polesan sewarna darah, kekerasan.
|
EditorAmir Sodikin

KOMPAS.com – Sampai Kamis (5/10/2017), pemerintah dan otoritas keamanan Amerika Serikat tidak menyebut Stephen Paddock—pelaku penembakan yang menewaskan 58 orang dan melukai ratusan orang di Las Vegas, Clark County, Nevada, pada Minggu (1/10/2017)—sebagai teroris.

Peristiwa itu tidak juga dinyatakan sebagai aksi terorisme. Mengapa?

“Apa yang kita tahu, Stephen Paddock adalah orang yang selama puluhan tahun memiliki senjata dan amunisi, menjalani kehidupan tertutup, banyak hal yang tak akan pernah bisa benar-benar dipahami,” ujar Sherif Clarck County, Las Vegas, Joseph Lombardo, Rabu (4/10/2017) malam waktu setempat, seperti dikutip Reuters.


(Baca juga: Netizen Desak Penembakan Las Vegas Disebut sebagai "Aksi Terorisme")

Motif. Ketiadaan motif terkait politik dan atau keterkaitan Paddock dengan organisasi tertentu, merupakan dalih otoritas Amerika Serikat tak menyebut pelaku penembakan terburuk kedua dalam sejarah Amerika Serikat itu sebagai teroris ataupun aksinya sebagai terorisme.

Kepolisian setempat mendapati hampir 50 senjata api dari tiga lokasi yang mereka geledah terkait penembakan ini. Setengah dari jumlah itu didapati di kamar hotel Mandalay Bay yang menjadi lokasi Paddock memuntahkan timah panas ke arah kerumunan penonton festival pada malam itu.

Menurut Lombardo, penyelidik sedang menelisik kemungkinan pembelian 30 senjata api Paddock pada Oktober 2016 punya kaitan dengan sejumlah kejadian dalam hidup lelaki berumur 64 tahun itu. Dia tak mengelaborasi penjelasannya itu.

(Baca juga: Apa Sebenarnya Motif Pembunuhan Massal di Las Vegas?)

Sementara itu, agen khusus FBI Aaron Rouse menyatakan bahwa hingga saat ini tetap tidak ditemukan indikasi terorisme di balik aksi Paddock. Pacar Paddock, Marilou Danley, yang dimintai keterangan FBI pada Rabu, mengaku tak menyadari Paddock merencanakan penembakan tersebut.

Tak kurang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut otoritas setempat kesulitan menelisik motif Paddock. Trump mendatangi lokasi penembakan, Rabu.

Sebelumnya, Selasa (3/10/2017), Trump dalam pernyataan yang dikutip Reuters pun menolak menyebut aksi Paddock sebagai terorisme, alih-alih menyebut Paddock sebagai orang sakit.

“Dia sakit, orang gila. Punya banyak masalah, saya kira, dan sekarang kita menyelidiki (latar belakang) dia sangat serius,” kata Trump, saat ditanya kemungkinan aksi Paddock adalah aksi terorisme dari dalam negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X