Serangan Las Vegas, Penembakan Massal Terbesar dalam Sejarah AS - Kompas.com

Serangan Las Vegas, Penembakan Massal Terbesar dalam Sejarah AS

Kompas.com - 03/10/2017, 06:10 WIB
Sejumlah orang yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan bersenjata di tengah konser musik di Mandalay Bay, Texas, Amerika Serikat, Minggu malam. VIA NEW YORK TIMES Sejumlah orang yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan bersenjata di tengah konser musik di Mandalay Bay, Texas, Amerika Serikat, Minggu malam.

LAS VEGAS, KOMPAS.com - Penembakan dalam acara konser musik country di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat, menyebabkan setidaknya 58 orang tewas dan 200 lainnya luka-luka.

Penembakan yang diyakini dilakukan oleh seorang pria bersenjata, Stephen Paddock (64), menjadi penembakan massal terbesar dalam sejarah modern AS.

Baca: Penembakan di Las Vegas, Apa Saja yang Sudah Diketahui dan Diungkap?

Jumlah korban tewas melampaui jumlah korban penembakan di kelab malam Florida tahun lalu, yang merenggut 49 nyawa.

Paddock yang adalah seorang warga setempat, ditembak mati oleh aparat keamanan di hotel, di mana dia melakukan penembakan brutal.

Baca: Ini Foto Stephen Paddock, Penyerang Paling Mematikan di Las Vegas

Berbagai reaksi muncul atas penembakan yang dilaporkan dilancarkan oleh pelaku tunggal tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada para korban dan keluarga mereka.

Gubernur Nevada, Brian Sandoval, mengeluarkan pernyataan lewat Twitter.

"Aksi kekerasan yang tragis dan mengerikan telah mengguncang #Nevada family. Doa kami untuk para korban dan semua orang yang terkena dampak akibat tindakan pengecut ini."

Terduga penembak dilaporkan melancarkan aksinya dari lantai 32 di Mandalay Bay Resort dengan memberondong tembakan ke arah penonton konser.

"Perhatian dan doa kami berikan kepada para korban peristiwa tragis tadi malam."

"Kami berterima kasih atas tindakan segera yang dilakukan oleh pihak-pihak yang pertama kali memberikan respons."

Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh manajemen Mandalay Bay Resort.

Senator dari Negara Bagian Nevada Dean Heller, menyebut, penembakan tersebut sebagai aksi kekerasan yang tak berperikemanusiaan dan mengerikan.

Kecaman juga muncul dari luar AS.

Di London, Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, juga mengatakan serangan dalam festival musik itu mengerikan.

Ditambahkan Johnson, Inggris berdiri bersama rakyat AS dalam menentang hal yang disebutnya kekerasan tak pandang bulu.

Kepolisian Las Vegas mengatakan, pihak berwenang menemukan dua kendaraan yang mungkin bisa dijadikan alat bukti.

Mereka juga menemukan seorang perempuan, Marilou Danley, yang diduga bepergian bersama terduga penembak sebelum serangan.

Baca: Inilah Marilou Danley, Kekasih Pelaku Penembakan Las Vegas Keturunan Indonesia

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM