Kompas.com - 28/04/2017, 20:27 WIB
EditorErvan Hardoko

Sejak pertengahan April 1945, Mussolini memindahkan pemerintahannya ke kota Milan. Akhir bulan April, pusat komando partisan Italia CLNAI memproklamirkan perlawanan besar di Milan berbarengan dengan mundurnya pasukan Jerman.

Melihat kondisi yang sudah tak bisa dipertahankan lagi, pada 25 April 1945, Mussolini meninggalkan Milan dan berusaha melintasi perbatasan menuju ke Swiss.

Di hari yang sama dengan kaburnya Mussolini, CNLAI mendeklarasikan bahwa semua anggota pemerintahan fasis terbukti bersalah mengkhianati negara dan membawa Italia ke dalam kehancuran.

Atas semua kesalahan itu, CNLAI menjatuhkan hukuman mati kepada setiap anggota pemerntahan fasis pimpinan Benito Mussolini.

Pada 27 April 1945, Mussolini dan kekasihnya, Claretta Petacci bersama dengan beberapa petinggi fasis bergabung bersama konvoi pasukan Jerman di dekat desa Dongo, di tepian Danau Como.

Tiba-tiba, sekelompok partisan komunis lokal pimpinan Pier Luigi Bellini delle Stelle dan Urbano Lazzaro menyerang konvoi tersebut dan memaksa rombongan itu berhenti untuk bertahan.

Para anggota partisan kemudian melihat sosok pimpinan fasis Italia dalam konvoi itu, tetapi mereka belum mengetahui keberadaan Mussolini.

Mereka kemudian memaksa pasukan Jerman menyerahkan semua pimpinan fasis Jerman dan sebagai imbalan pasukan Jerman diizinkan melanjutkan perjalanan.

Saat itulah, pasukan partisan menemukan Mussolini menyamar dengan menggunakan seragam pasukan Jerman di dalam salah satu kendaraan dalam konvoi tersebut.

"Wajahnya seperti lilin dan pandangannya sayu. Saya melihat kelelahan di sana tetapi bukan rasa takut. Mussolini sudah tak bersemangat dan secara spiritual sudah mati," ujar Urbano Lazzaro.

Pasukan partisan kemudian menangkap Mussolini dan membawanya ke Dongo. Di sana dia menghabiskan malam di sebuah barak tentara setempat.

Secara keseluruhan, pasukan partisan menemukan 50 petinggi fasis dan keluarga mereka dalam rombongan pasukan Jerman itu.

Sebanyak 16 petinggi fasis dieksekusi keesokan harinya, dan 10 lainnya dieksekusi dalam dua malam berikutnya.

Di kawasan sekitar kota Dongo pertempuran masih terus terjadi. Khawatir Mussolini dan Petacci akan dibebaskan pendukung fasis, pastisan memindahkan mereka di tengah malam ke dekat sebuah peternakan milik keluarga De Maria.

Pasukan partisan yakin tempat itu akan menjadi lokasi aman untuk menahan Mussolini dan Petacci sepanjang malam itu.

Terkait keputusan mengeksekusi Mussolini, terdapat beberapa versi berbeda.
Palmiro Toglianto, sekretaris jenderal Partai Komunis Italia, mengklaim dia yang memerintahkan eksekusi beberapa hari sebelum Mussolini tertangkap.

Toglianto juga mengklaim dia memberi perintah eksekusi dalam kapasitasnya sebagai wakil perdana menteri pemerintahan Roma dan sebagai pemimpin Partai Komunis.

Namun, PM Ivanoe Bonomi membantah pemerintah memberikan perintah atau menyetujui eksekusi Mussolini.

Sementara, seorang anggota senior Partai Komnunis di Milan, Luigi Longo perintah eksekusi datang dari komando tertinggi partisan sebagai aplikasi keputusan CLNAI.

Sedangkan menurut Leo Valiani, perwakilan Partai Aksi di tubuh CLNAI, keputusan eksekusi diambil pada 27 April malam atas nama CLNAI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.