Erdogan: Tidak Mungkin Berdamai dengan Kurdi

Kompas.com - 29/07/2015, 04:31 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Senin (15/12/2014) mengatakan penangkapan 24 pendukung Gulen untuk menanggapi “operasi kotor” kekuatan anti-pemerintah. ReutersPresiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Senin (15/12/2014) mengatakan penangkapan 24 pendukung Gulen untuk menanggapi “operasi kotor” kekuatan anti-pemerintah.
EditorHindra Liauw

KOMPAS.com - Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, mengatakan negaranya tidak bisa melanjutkan proses perdamaian dengan kelompok pemberontak Kurdi, sementara terjadi serangan milisi Kurdi terhadap sasaran Turki.

Pernyataan ini dikeluarkan saat NATO membicarakan aksi Turki terhadap kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan milisi Kurdi.

Turki menjadi sasaran sejumlah serangan, termasuk aksi milisi terkait ISIS yang menewaskan 32 orang di kota Suruc, yang mayoritas penduduknya adalah warga Kurdi pada tanggal 20 Juli.

Turki mendukung rencana diciptakannya daerah penyangga pada perbatasan dengan Suriah.

Selain menjadikan milisi ISIS sebagai sasaran, pembentukan daerah penyangga ini juga akan memungkinkan Turki menyerang posisi yang dikuasai kelompok Kurdi yang dilarang, PKK.

Turki menyatakan pihaknya tidak membedakan PKK dengan ISIS karena keduanya adalah organisasi teroris.

Dalam seminggu ini, para pengamat mengatakan Turki telah mengubah pandangannya terkait aksi koalisi pimpinan Amerika Serikat terhadap ISIS.

Sebelumnya Turki enggan bertindak, tetapi sekarang negara itu melancarkan serangan udara dan mengizinkan pangkalan udaranya digunakan pesawat tempur Amerika Serikat.

Ketegangan meningkat di sepanjang perbatasan wilayah Turki selatan yang berbatasan dengan Suriah dan Irak. Di wilayah selatan itu konflik PKK dengan pasukan pemerintah Turki telah menewaskan 40.000 orang sejak tahun 1984.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X