Kompas.com - 12/10/2013, 04:28 WIB
Latif Mehsud. Gambar diambil pada 4 Oktober 2009. Dok CNN.comLatif Mehsud. Gambar diambil pada 4 Oktober 2009.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com — Pasukan Amerika Serikat di Afganistan menangkap komandan senior pasukan Taliban Pakistan, Latif Mehsud (32). Pentagon mengumumkan penangkapan ini, Jumat (11/10/2013). Washington Post melaporkan, penangkapan dilakukan saat Mehsud ada dalam konvoi menuju pembicaraan damai dengan Pemerintah Afganistan.

Mehsud ditahan tentara Amerika berdasarkan otorisasi hukum selepas serangan "Black September" pada 2001. Penangkapan terhadap wakil pemimpin Tehrek ini diyakini menjadi pukulan telak bagi kelompok militan tersebut, yang selama ini diduga bertanggung jawab atas beragam serangan di Pakistan dan fasilitas Amerika di Afganistan.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan, Mehsud ditangkap dalam operasi militer Amerika di Afganistan. Informasi yang beredar mengatakan, Mehsud ditangkap pada Selasa (8/10/2013), merujuk sumber dari organisasi antiteror Amerika yang tak bersedia disebutkan namanya.

Namun, Washington Post melaporkan, Jumat, Mehsud ditangkap paksa di tengah konvoi Pemerintah Afganistan di provinsi Logar, beberapa minggu lalu, ketika pejabat Afganistan sedang berupaya menariknya ke pembicaraan damai.

Menurut Washington Post, penangkapan ini dapat dipandang sebagai pelanggaran besar terhadap kedaulatan Afganistan, yang bakal memicu kemarahan Presiden Afganistan Hamid Karzai dan berkontribusi pada mendinginnya hubungan Amerika-Afganistan.

Apalagi, pejabat Amerika terus mendesak Afganistan untuk membiarkan pasukan Amerika tetap berada di Afganistan setelah 2014. Para pejabat Pentagon menolak mengomentari laporan Washington Post.

Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Marie Harf mengatakan, kelompok Tehrek yang dipimpin Mehsud bertanggung jawab atas serangan bom gagal di Times New Square, New York, Amerika Serikat, pada 2010.

"Saya tak punya detail lebih lanjut tentang operasi penangkapan yang bisa diinformasikan saat ini," kata Harf dalam konferensi pers tentang penangkapan ini, Jumat. Namun, dia menyebutkan bahwa Tehrek juga bertanggung jawab atas serangan ke Kedutaan Besar Amerika di Pakistan yang menewaskan banyak warga sipil Pakistan.



Sumber CNN.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X