Kompas.com - 15/07/2013, 19:11 WIB
Kelompok militan Al-Nusra yang berafiliasi ke Al-Qaeda termasuk di dalam daftar kelompok teroris yang diawasi Amerika Serikat. AFPKelompok militan Al-Nusra yang berafiliasi ke Al-Qaeda termasuk di dalam daftar kelompok teroris yang diawasi Amerika Serikat.
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com — Kelompok Taliban Pakistan dikabarkan sudah membangun kamp dan mengirim ratusan orang ke Suriah untuk bertempur bersama oposisi untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Demikian pernyataan Taliban, Minggu (14/7/2013).

Setelah dua tahun konflik bersenjata berlangsung, Suriah kini menjadi magnet para pejuang Sunni dari berbagai negara untuk bergabung dalam sebuah "perang suci" melawan penindas Syiah.

Para pejuang Sunni itu biasanya bertempur bersama Front Al Nusra, yang disebut AS sebagai salah satu cabang Al Qaeda. Para pejuang itu datang dari Libya dan Tunisia yang juga dikoyak konflik serupa sebagai imbas dari gerakan "Arab Spring".

Seorang komandan Taliban di Pakistan mengatakan, kelompoknya memutuskan untuk bergabung dalam perang di Suriah dan telah mengirimkan ratusan pejuang untuk bertempur bersama "rekan-rekan Mujahidin".

"Saat saudara-saudara kami membutuhkan bantuan, kami kirim ratusan pejuang bersama teman-teman Arab kami," demikian pernyataan salah seorang komandan senior Taliban kepada Reuters.

Komandan ini menambahkan, dalam waktu dekat Taliban akan merilis video yang berisi kemenangan mereka dalam perang di Suriah.

Keterlibatan Taliban ini menambah kacau situasi di Suriah, di saat rivalitas antara Tentara Pembebeasan Suriah (FSA) dan kelompok-kelompok militan semakin runcing.

Kelompok militan Islam di Suriah beroperasi dalam kelompok-kelompok kecil yang ternyata jauh lebih efektif dan mampu menguasai sebagian besar wilayah Suriah utara yang dikuasai pemberontak.

Sementara di sisi lain, pasukan rezim Bashar al-Assad juga mendapatkan bantuan dari kelompok Hezbollah Lebanon dan Iran. Sejauh ini bantuan kedua sekutunya itu mampu secara signifikan membantu gerak maju pasukan Pemerintah Suriah.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X